Palu, ALASANnews.com,– Polemik program “Berani Cerdas” di Sulawesi Tengah kian memanas. Di tengah desakan Fraksi PDI-P DPRD Provinsi Sulawesi Tengah yang meminta program tersebut dihentikan sementara, Kepala Bappeda Sulteng, Arfan, M.Si., justru menegaskan program itu akan tetap dilanjutkan.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Arfan saat memberikan penjelasan di Gedung Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (29/4/2026).
“Berani cerdas harus tetap jalan,” ujar Arfan dengan nada mantap.
Menurutnya, program “Berani Cerdas” merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Tengah. Ia menilai, penghentian program justru akan berdampak pada terhambatnya target pembangunan, khususnya di sektor pendidikan dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Sebelumnya, Fraksi PDI-P DPRD Sulteng mengeluarkan sikap resmi yang meminta agar program tersebut dihentikan sementara. Mereka menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk aspek perencanaan, penganggaran, hingga dampaknya bagi masyarakat.
Namun, Arfan menegaskan bahwa evaluasi tetap terbuka dilakukan tanpa harus menghentikan program secara keseluruhan.
“Evaluasi itu penting, tapi bukan berarti program harus berhenti. Kita bisa jalan sambil memperbaiki,” jelasnya.
Pernyataan ini sekaligus memperlihatkan adanya perbedaan pandangan antara eksekutif dan legislatif terkait arah kebijakan pembangunan daerah.
Hingga kini, polemik “Berani Cerdas” masih menjadi sorotan publik, terutama terkait efektivitas dan transparansi pelaksanaannya. Masyarakat pun menunggu langkah lanjutan pemerintah dan DPRD dalam mencari titik temu atas perbedaan tersebut.*@gus


