Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringatan May Day 2026: Gubernur Anwar Hafid Tegaskan Komitmen Lindungi Buruh dan Jaga Ekosistem Investasi Sulawesi Tengah

| 14:56 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-03T07:56:23Z

 


  • Puncak peringatan May Day di Sulteng dihadiri Gubernur Dr H Anwar Hafid M.Su dan Wakil Gubernur Sulteng dr Renny A Lamadjido Sp.PK, M.Kes di Palu, Minggu 3/5/2026. (Ist).

ALASANNEWS, (Palu) – Peringatan 140 tahun Hari Buruh Internasional di Sulawesi Tengah tahun ini mengusung semangat kolaborasi yang kuat. Melalui perhelatan bertajuk “Berani May Day 2026” yang digelar di Milenium Waterpark Palu, Minggu (3/5/2026), Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan posisinya sebagai pelindung hak pekerja sekaligus penggerak ekonomi daerah.


Acara yang berlangsung semarak namun khidmat ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, didampingi Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido. Hadir pula jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh pengusaha, serta ribuan massa dari berbagai elemen serikat buruh.


Refleksi Personal: Dari Buruh Kasar Menjadi Pemimpin


Dalam orasi budayanya, Gubernur Anwar Hafid membagikan sisi humanis yang jarang diketahui publik. Ia merefleksikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan sebagai seorang buruh serabutan di masa muda. Saat masih berstatus mahasiswa di Makassar, Anwar mengaku pernah melakoni berbagai pekerjaan kasar demi menyambung hidup dan membiayai pendidikan.


“Saya ini pernah jadi buruh. Saya tahu rasanya memikul kopra, mengolah rotan, hingga menjadi kuli bangunan di bawah terik matahari. Karena saya pernah di posisi itu, saya paham betul bahwa kesejahteraan pekerja adalah mandat yang harus diperjuangkan secara nyata, bukan sekadar komoditas politik atau retorika belaka,” ujar Anwar dengan nada emosional yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.


Pengalaman empiris inilah yang menurut Anwar menjadi ruh dari kebijakan ketenagakerjaan yang ia usung. Ia menekankan bahwa keberpihakan pada buruh adalah prinsip yang sudah ia terapkan sejak menjabat sebagai Bupati Morowali, di mana ia berhasil mengawal transformasi daerah melalui investasi industri smelter yang menyerap ribuan tenaga kerja lokal.


Keselamatan Kerja: Harga Mati dan Tanpa Kompromi


Menyoroti dinamika industri di Sulawesi Tengah, khususnya di sektor pertambangan dan manufaktur, Gubernur memberikan peringatan keras kepada pihak perusahaan terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan.


“Tugas utama pemerintah adalah memastikan perlindungan nyawa pekerja. Saya tegaskan, tidak boleh ada kompromi terhadap pelanggaran standar keselamatan kerja. Jika ada perusahaan yang abai, kami akan hadir dengan tindakan tegas,” pungkasnya.


Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi berkomitmen untuk mempercepat respons terhadap konflik hubungan industrial maupun penanganan kecelakaan kerja agar hak-hak buruh segera terpenuhi tanpa proses birokrasi yang berbelit.


Menjaga Keseimbangan: Investasi dan Kesejahteraan


Anwar Hafid menyadari bahwa tantangan global dan ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa sektor masih membayangi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga harmoni antara perlindungan buruh dan keberlanjutan investasi.


“Sulawesi Tengah saat ini adalah primadona investasi di Indonesia. Kita harus menjaga iklim ini tetap ramah, karena hanya dengan investasi yang terjaga, lapangan kerja tetap terbuka luas. Namun, investasi tersebut harus inklusif—memberikan upah yang berkeadilan dan memperkuat lembaga tripartit,” jelasnya.


Sebagai langkah konkret menghadapi persaingan global, Gubernur memperkenalkan program penguatan kapasitas SDM, termasuk pelatihan bahasa Mandarin gratis bagi pekerja lokal. Langkah ini dimaksudkan agar tenaga kerja Sulteng tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu menduduki posisi strategis di perusahaan-perusahaan multinasional yang beroperasi di wilayah tersebut.


Jaring Pengaman Sosial melalui "Berani Cerdas" dan "Berani Sehat"


Gubernur juga memaparkan program unggulan “Berani Cerdas” dan “Berani Sehat” sebagai bantalan ekonomi bagi keluarga buruh. Program ini menjamin akses pendidikan dan layanan kesehatan tetap gratis dan berkualitas, terutama bagi anak-anak buruh yang terdampak fluktuasi ekonomi.


Suara Pengusaha dan Buruh


Senada dengan Gubernur, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, mengajak seluruh elemen untuk “naik kelas”. Ia mengakui bahwa kondisi ekonomi global yang tidak menentu memberikan tekanan pada omzet perusahaan, namun kolaborasi adalah kunci untuk bertahan.


“Kita harus naik kelas bersama. Pengusaha harus berinovasi, dan pekerja harus meningkatkan kompetensi. Kepemimpinan Pak Anwar yang memahami kondisi dari bawah adalah modal besar bagi kita untuk menjaga sinergi ini,” kata Wijaya.


Aspirasi juga datang dari berbagai perwakilan serikat buruh, termasuk Front Nasional Buruh Indonesia dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), yang mengapresiasi ruang dialog terbuka yang dibuka oleh Pemprov Sulteng.


Peringatan May Day 2026 di Palu ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis. Melalui momentum ini, Sulawesi Tengah optimis dapat menjadi role model daerah yang mampu menyelaraskan pesatnya pertumbuhan industri dengan kesejahteraan buruh yang hakiki.***




9

×
Berita Terbaru Update