Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Preservasi Jalan Tolai–Sausu Sentuh Progres 25,53% Lampaui Ekspektasi,

| 14:23 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-18T07:26:03Z

 


  • Ruas jalan Trans Sulawesi Tolai Sausu Parimo dalam proses pekerjaan pengaspalan. (Ist).

ALASANNEWS, (Parimo) – Paket Preservasi Jalan Trans Sulawesi pada ruas Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, didanai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini mencatatkan progres fisik yang signifikan dan berhasil melampaui ekspektasi awal memasuki bulan keempat masa pelaksanaan.


Dengan kendala cuaca curah hujan cukup tinggi proyek digarap oleh kontraktor penyedia PT Bina Kaili yang bersinergi dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Putra Nagroe Aceh. Capaian impresif di lapangan ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas dan kapabilitas kontraktor putra daerah mampu bersaing di level tertinggi dalam mengarsiteki infrastruktur skala besar.


Akselerasi Positif di Awal Kontrak


Berdasarkan data teknis terbaru per Mei 2026, akumulasi progres fisik pekerjaan telah menyentuh angka 25,53%. Pencapaian ini tergolong sangat responsif dan luar biasa, mengingat masa kontrak baru berjalan sekitar empat bulan sejak ditandatangani pada Februari 2026 lalu.


Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sulawesi Tengah, LM Hidayat, ST, MT, mengonfirmasi bahwa ritme kerja yang ditunjukkan oleh pihak kontraktor pelaksana di lapangan berjalan sangat maksimal dan terorganisir dengan baik.


"Saat ini tahapan pekerjaan telah mencapai progres 25,53%. Kami sedang memfokuskan pengerjaan pengaspalan di area pelebaran jalan. Meskipun dihadapkan pada kendala cuaca berupa curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Parigi Moutong" kata  LM Hidayat kepada Alasannews Senin (18/5/2026) melalui pesan WhatsApp


Hidayat menambahkan, fase awal ini merupakan indikator penting yang menguji kesiapan, mental, dan profesionalisme kontraktor. Berdasarkan evaluasi berkala, manajemen material dan alat berat berjalan sangat lancar. 


"Sejauh ini, selain tantangan alam berupa curah hujan yang tinggi, tidak ada kendala berarti di lapangan, baik dari sisi pasokan material maupun kesiapan armada peralatan," imbuhnya.


Menjaga Mutu di Tengah Target Ketat


Proyek yang berada di bawah pengawasan ketat Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR ini memikul tanggung jawab besar. Cakupan penanganan jalan nasional yang harus diselesaikan mencapai panjang 29,11 kilometer.


Menggunakan instrumen pendanaan bersumber dari dana SBSN Tahun Anggaran 2025/2026, nilai investasi total untuk preservasi jalur vital ini mencapai Rp 112.698.672.374,59.


Anggaran yang besar ini dialokasikan untuk mengembalikan serta meningkatkan fungsi jalan agar memiliki backlog kerusakan yang minim dan daya dukung optimal.


Meski secara administrasi kontrak memberikan tenggat waktu penyelesaian hingga akhir Desember 2026, PT Bina Kaili KSO tampak enggan mengendurkan intensitas kerja. Pihak kontraktor menerapkan strategi percepatan (acceleration strategy) melalui pengorganisasian alat berat mutakhir yang mumpuni serta pengerahan tenaga teknis yang kompeten dan tersertifikasi di bidangnya.


LM Hidayat menilai, performa solid yang ditunjukkan oleh PT Bina Kaili merupakan representasi keberhasilan sekaligus pembuktian pengusaha lokal dalam mengelola proyek strategis nasional.


"Performa mereka di lapangan sangat mumpuni. Hal ini terlihat jelas dari kesiapan kuantitas serta kualitas peralatan berat yang dikerahkan, ditambah serapan tenaga kerja yang sesuai standar manajerial. Ritme kerja mereka cepat dan dinamis, namun yang paling krusial adalah mereka tidak sedikit pun mengabaikan aspek kualitas atau mutu pekerjaan," tegas Hidayat.


Dampak Strategis Bagi Konektivitas Trans Sulawesi


Secara geopolitik dan ekonomi, ruas jalan Tolai–Sausu merupakan urat nadi koridor logistik yang menghubungkan berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah menuju ke provinsi tetangga, seperti Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Kelancaran arus mobilitas barang, jasa, dan manusia di jalur ini sangat bergantung pada tingkat kemantapan (mantap rate) jalan nasional tersebut.


Jika jalur ini mengalami kerusakan, maka ongkos logistik dipastikan membengkak dan menghambat pertumbuhan ekonomi regional. Oleh karena itu, percepatan yang diiringi kualitas tinggi pada proyek ini menjadi angin segar bagi sektor transportasi.


Dengan progres yang tumbuh positif ini, masyarakat Parigi Moutong dan para pengguna jalan lintas provinsi diharapkan dapat segera menikmati manfaat nyata berupa aksesibilitas jalan yang lebih mulus, lebar, dan aman. Infrastruktur yang mantap ini diyakini akan langsung menstimulus urat nadi perekonomian sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan lokal di wilayah Parimo.


Apresiasi tinggi yang diberikan oleh pihak BPJN Sulteng melalui PPK PJN Wilayah II menjadi sinyal kuat bahwa PT Bina Kaili KSO telah berada di jalur yang benar (on the right track). 


Sinergi tripartit yang harmonis—antara pengawasan ketat dari pemerintah, konsultan pengawas, dan eksekusi profesional dari kontraktor—menjadi kunci utama kesuksesan tuntasnya proyek preservasi ini: tepat waktu, tepat fungsi, dan tepat mutu.***

×
Berita Terbaru Update