- Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido menjenguk seorang anak yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Palu. (Ist)
ALASANNEWS, (Palu) – Pelayanan publik Sulawesi Tengah kini memasuki era baru dan peroleh apresiasi masyarakat terutama pelayanan bidang kesehatan yang digagas Gubernur Sulteng Dr H Anwar Hafid dan Wskil Gubernur dr Renny A Lamadjido Sp.PK, M.Kes dikena program Berani Sehat.
Memasuki bulan April 2026, efektivitas program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bertajuk "Berani Sehat" mulai menunjukkan angka yang signifikan. Tercatat, sebanyak 29.588 warga Kota Palu telah mengakses layanan kesehatan gratis di berbagai fasilitas kesehatan (Faskes) hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam visi kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido, yang berkomitmen menghapus hambatan biaya bagi warga yang membutuhkan pertolongan medis.
Distribusi Penerima Manfaat di Berbagai Daerah
Tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi, manfaat program ini telah merambah luas ke kabupaten tetangga. Data terbaru menunjukkan distribusi penerima manfaat sebagai berikut:
Kabupaten Sigi: 31.107 warga.
Kabupaten Parigi Moutong: 25.806 warga. Wilayah Lain: Tren peningkatan stabil juga terlihat di Banggai, Donggala, hingga Morowali. Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem kesehatan yang inklusif mulai dirasakan secara merata oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah.
Grafik Kenaikan Pengguna: Kepercayaan Publik Meningkat
Berdasarkan data statistik pada triwulan pertama tahun 2026, jumlah warga Sulawesi Tengah yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini terus meroket tajam:
Januari 2026: 137.358 warga.
Februari 2026: 129.961 warga.
Maret 2026: 154.416 warga.
April 2026: 164.627 warga.
Kenaikan yang konsisten hingga mencapai angka 164 ribu pengguna di bulan April mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat akan jaminan kesehatan yang nyata dan prosedur yang tidak berbelit-belit.
Komitmen Gubernur dan Pengawasan Tenaga Ahli
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menegaskan bahwa "Berani Sehat" bukan sekadar janji politik, melainkan langkah konkret untuk menciptakan keadilan sosial.
"Kami memastikan masyarakat bisa berobat gratis cukup dengan KTP. Di samping itu, kami juga terus meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas secara bertahap agar masyarakat tidak hanya sembuh, tetapi juga merasa nyaman," ungkap Anwar Hafid melalui pesan singkat kepada Alasannews, Senin (4/5/2026).
Menariknya, program ini berada di bawah pengawasan langsung Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes. Dengan latar belakang profesional medisnya, dr. Reny memastikan teknis pelaksanaan di lapangan—mulai dari ketersediaan tenaga medis hingga respon layanan—berjalan secara profesional dan cepat.
Bagian dari Visi Besar "9 Program Berani"
"Berani Sehat" merupakan satu dari sembilan pilar visi-misi pasangan Anwar-Reny. Melalui program ini, pemerintah provinsi tidak hanya ingin membuka akses, tetapi juga sedang melakukan pembenahan sistemik:
Penguatan Fasilitas: Renovasi dan penambahan alat medis di Puskesmas dan RSUD.
Penambahan Tenaga Medis: Memastikan rasio dokter dan perawat mencukupi untuk melayani lonjakan pasien. Digitalisasi Data: Integrasi KTP sebagai satu-satunya identitas berobat untuk mempercepat administrasi.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program ini. Dengan dukungan bersama, kita bisa mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh warga Sulawesi Tengah," tutup Gubernur Anwar Hafid.
Melalui keberhasilan di bulan April 2026 ini, Sulawesi Tengah kini menjadi salah satu barometer daerah yang mampu mengintegrasikan layanan kesehatan berbasis identitas kependudukan secara masif dan efektif.***


