Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Riak Dini Pilkada Sulteng 2030: Netizen Jagokan Petahana Dua Periode, Anwar-Reny Pilih Fokus Kerja

| 20:16 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-18T13:16:13Z

 


  • Gubernur Anwar Hafid bersama Wagub Renny A Lamadjido. (Ist)

Tulisan: Elkana Lengkong/ Redaktur Eksekutif


ALASANNEWS, (Palu) - Meskipun kontestasi politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) ibarat kata "masih jauh Belanda" menjelang tahun 2030, riak-riak kecil di media sosial sudah mulai bermunculan. 


Jagat maya mulai ramai memasangkan sejumlah figur potensial untuk menuju kursi Sulteng 1. Beberapa nama beken yang mencuat antara lain Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, hingga Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka.


Namun, di tengah simulasi dini yang dilempar para netizen, mayoritas suara digital justru masih kokoh menjagokan figur petahana, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. Ia dinilai sangat layak untuk melanjutkan kepemimpinan ke periode kedua (2030–2035). 


Alasan utamanya jelas: Anwar Hafid dianggap mampu menjawab harapan riil rakyat melalui realisasi program "9 Berani", khususnya dua program yang menyentuh langsung hajat hidup warga kurang mampu, yakni Berani Sehat dan Berani Cerdas.


Dominasi Petahana di Mata Netizen: "Belum Ada Lawan Sebanding"


Membaca arah angin di media sosial, tantangan bagi para penantang baru tampaknya akan sangat berat. Beberapa netizen secara terbuka menyebut bahwa untuk peta politik sepuluh tahun ke depan, posisi Anwar Hafid masih terlalu tangguh untuk digoyang.


"Anwar Hafid 2 periode, Berani Cerdas-mo kami Le. Belum bisa kasih selesai dulu Pak Anwar Hafid 2 periode. Belum ada lawan yang berat. Tetap Berani!" tulis salah satu netizen di kolom komentar platform media sosial lokal.


Sentimen senada juga banyak bermunculan. Netizen menyarankan figur-figur muda atau calon lain yang berambisi menjadi Sulteng 1 untuk menahan diri dan menunggu momentum pasca-kepemimpinan Anwar Hafid selesai. Mengingat rekam jejaknya, peluang petahana untuk mengamankan periode kedua dinilai sangat terbuka lebar.


Bahkan, ada netizen yang memberikan saran taktis bagi para politisi yang ingin menguji ombak. "Jika ada figur lain yang ingin maju bersaing di Pilkada Gubernur Sulteng tahun 2030, sebaiknya tunggu Pak Anwar Hafid sekali lagi menyelesaikan masa jabatannya. Sembari menunggu, lebih baik masuk sebagai calon DPR RI dulu di Pemilu 2029," cetus seorang warganet, memberikan analisis politik ala orang awam yang logis.


  • Gubernur Anwar Hafid betsama jajaran Pemprov siap wujudkan program 9 Berani untuk masyarakat. (Ist).

Program Telah Dirasakan Nyata


Mengapa simpati publik begitu kuat? Kuncinya ada pada pembuktian program kerja, bukan sekadar komoditas janji kampanye. Masyarakat kelas bawah merasa sangat terbantu oleh kebijakan yang sifatnya langsung (direct benefit).


Seorang netizen menguraikan pengalamannya mengenai program Berani Cerdas. Program ini terbukti meringankan beban finansial orang tua yang menguliahkan anaknya. Ada kekhawatiran psikologis di tengah masyarakat jika estafet kepemimpinan berganti terlalu cepat, program-program pro-rakyat seperti ini berisiko mandeg atau diubah.

Selain sektor pendidikan, sektor kesehatan lewat Berani Sehat juga mendapat sorotan tajam.


"Pak Anwar Hafid pemimpin yang bukan baru berjanji mencari program, tapi programnya sudah terbukti menjawab harapan kami. Orang sakit sekarang cukup bawa KTP sudah dilayani. Dibandingkan dengan sistem anggaran yang katanya efisiensi tapi programnya aman dan jalan terus, ini yang kami butuh," tulis warga netizen lainnya sembari menyentil kontestan lain dengan nada bercanda, "Silakan berjanji kepada tim sukses saja, hihihihi."


Suara-suara digital ini, bagaimanapun, adalah cerminan jujur dari sebagian aspirasi masyarakat arus bawah (grassroots). Meskipun diskusi ini terhitung terlalu dini untuk sebuah kontestasi yang baru akan digelar beberapa tahun lagi, fenomena ini menunjukkan kepuasan publik yang tinggi terhadap kinerja pemerintahan yang ada.


Fokus Kerja, Tolak Manuver Dini


Menanggapi riuh rendahnya dinamika politik di media sosial, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, justru menunjukkan sikap yang tenang dan penuh kedewasaan politik. Ia menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur, Reny Lamadjido, sama sekali tidak memikirkan urusan kontestasi Pilkada jangka panjang yang waktunya masih sangat jauh.


Pasangan dengan akronim BERANI ini memilih untuk menutup telinga dari kebisingan politik prematur dan tetap fokus pada kerja-kerja nyata di lapangan. Pernyataan resmi ini sekaligus menepis spekulasi serta manuver politik yang sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tertentu.

Ada dua poin krusial yang menjadi rincian sikap ketegasan pasangan Anwar-Reny saat ini:


Fokus Utama Pemerintahan: 


Pasangan Anwar dan Reny berkomitmen penuh untuk mengurus rakyat secara totalitas. Mereka mengarahkan seluruh energi birokrasi untuk menuntaskan masalah mendasar daerah, seperti pengentasan kemiskinan, menekan angka pengangguran, serta melakukan perbaikan masif pada sektor infrastruktur dan layanan kesehatan di seluruh pelosok Sulawesi Tengah.


Realisasi Program: 


Keduanya menempatkan pemenuhan janji kampanye dan eksekusi "9 Program Unggulan" sebagai prioritas harga mati. Bagi mereka, kesejahteraan masyarakat hari ini jauh lebih penting daripada disibukkan oleh kalkulasi politik dan manuver kekuasaan yang terlalu dini.


Pada akhirnya, riak kecil di media sosial tentang Pilkada 2030 adalah bukti bahwa masyarakat Sulawesi Tengah kini semakin melek politik. Namun, bagi Anwar Hafid dan Reny Lamadjido, modal politik terbaik bukanlah pencitraan menjelang pemilu, melainkan kerja keras yang tuntas dan manfaat yang langsung dirasakan oleh rakyat Sulteng hari ini.***


×
Berita Terbaru Update