ALASANNEWS, SIGI – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi kembali ditunjukkan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Setelah tiba di Sulawesi Tengah usai menghadiri agenda nasional di Jakarta, Gubernur langsung meninjau sejumlah lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sigi, Kamis (18/6/2026).
Berdasarkan laporan sementara, dua kecamatan yang mengalami dampak cukup serius akibat gempa berkekuatan Magnitudo 6,7 tersebut adalah Kecamatan Palolo dan Kecamatan Nokilalaki. Bencana itu menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga, fasilitas umum, rumah ibadah, serta infrastruktur jalan dan jembatan.
Dalam kunjungannya, Gubernur Anwar Hafid meninjau sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan, termasuk gereja yang terdampak gempa di Desa Lemba Tongoa. Ironisnya, rumah ibadah tersebut baru saja selesai dibangun dan dalam waktu dekat direncanakan untuk diresmikan penggunaannya.
Selain gereja, di Desa Lemba Tongoa juga tercatat dua rumah warga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang terjadi beberapa hari lalu.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Karena itu, ia meminta para pendeta dan jemaat untuk sementara waktu tidak menggunakan gereja yang mengalami kerusakan sebelum dilakukan pemeriksaan teknis.
"Kepada pendeta dan jemaat di gereja yang mengalami kerusakan akibat gempa, saya minta untuk sementara jangan digunakan karena dapat mengancam keselamatan jiwa. Saya sarankan agar dibangun gereja sementara atau gementara sehingga aktivitas ibadah tetap bisa berjalan dengan aman," kata Anwar Hafid kepada Alasannews melalui pesan WhatsApp, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan berupaya memberikan dukungan agar masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas keagamaan meskipun fasilitas ibadah mengalami kerusakan.
Ajak Warga Perkuat Doa dan Zikir Bersama
Selain memastikan penanganan korban dan kerusakan infrastruktur berjalan baik, Gubernur Anwar Hafid juga mengajak masyarakat untuk memperkuat doa bersama demi keselamatan daerah Sulawesi Tengah.
Ia menyampaikan bahwa pada Kamis malam akan dilaksanakan zikir bersama di Kabupaten Sigi sebagai bentuk ikhtiar spiritual memohon perlindungan kepada Allah SWT.
"Untuk keselamatan warga Sulawesi Tengah, khususnya masyarakat Kabupaten Sigi, malam ini kita melaksanakan zikir bersama. Dengan berzikir kita memohon perlindungan kepada Allah SWT agar daerah kita dijauhkan dari bencana gempa dan berbagai musibah lainnya," ujarnya.
Korban Luka dan Kerusakan Masih Didata
Berdasarkan data sementara, Kecamatan Sigi Kota menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak. Di Desa Bora tercatat 21 warga mengalami luka ringan dan satu orang mengalami luka berat akibat guncangan gempa.
Sementara itu, di Kecamatan Palolo, tepatnya di Desa Uwenuni, dua warga dilaporkan mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis dari tim kesehatan yang diterjunkan ke lokasi.
Di Kecamatan Nokilalaki, dampak gempa juga menyebabkan sejumlah warga mengalami cedera. Di Desa Kamarora A tercatat satu orang mengalami luka berat, sedangkan di Desa Kamarora B sebanyak empat warga mengalami luka berat.
Kerusakan bangunan juga cukup signifikan. Di Kecamatan Palolo, satu rumah warga dan satu gereja di Desa Ampera mengalami kerusakan. Sedangkan di Desa Lemba Tongoa, dua rumah warga serta satu gereja terdampak gempa.
Kerusakan paling banyak tercatat di Desa Tongoa. Sebanyak 24 kepala keluarga atau 69 jiwa terdampak, dengan total 24 rumah warga mengalami kerusakan dalam berbagai kategori.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Sigi, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait terus melakukan pendataan dan penanganan darurat guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah akan hadir bersama masyarakat hingga masa pemulihan selesai dan seluruh kebutuhan warga terdampak dapat ditangani dengan baik.


