ALASANNEWS, SICHUAN – Di balik hamparan sawah modern, laboratorium berteknologi tinggi, serta kawasan industri pertanian yang terintegrasi dengan riset di Provinsi Sichuan, Republik Rakyat Tiongkok, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menemukan lebih dari sekadar kemajuan teknologi. Ia melihat sebuah model pembangunan yang diyakininya mampu menjadi peta jalan transformasi pertanian Sulawesi Tengah menuju masa depan yang lebih maju.
Bagi Anwar Hafid, perjalanan kerja ke Sichuan bukan sekadar kunjungan diplomatik antardaerah. Di negeri yang dikenal sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia itu, ia belajar langsung bagaimana ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi dijadikan fondasi utama dalam membangun sektor pertanian yang modern, efisien, dan berdaya saing tinggi.
Pengalaman itu mengingatkannya pada perjalanan panjang ketika memimpin Kabupaten Morowali. Saat itu, ia membawa mimpi besar menjadikan daerah yang masih sepi investasi tersebut sebagai pusat industri nikel dunia. Kini, setelah mimpi itu terwujud, ia membawa semangat yang sama untuk mentransformasi sektor pertanian Sulawesi Tengah.
Dikataksn saat ia menjabat Bupati Morowali, inspirasi saya adalah bagaimana menjadikan Morowali sebagai kota industri nikel karena potensi tambang yang dimiliki daerah itu.
"Bersama Ahmad Ali, kami datang ke China mengajak investor untuk berinvestasi. Alhamdulillah, PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) hadir dan mewujudkan mimpi tersebut. Kini Morowali menjadi salah satu kawasan industri nikel terbesar di dunia. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya," ujar Anwar Hafid kepada ALASANNEWS melalui WhatsApp dari Sichuan, Sabtu (25/7/2026).
Belajar dari Sichuan
Dalam percakapannya dari Kota Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, Anwar mengatakan kemajuan yang dicapai daerah tersebut tidak lahir secara instan. Semua dibangun melalui komitmen jangka panjang dalam pengembangan riset, pendidikan, inovasi, dan penguasaan teknologi.
"Provinsi Sichuan memiliki sektor pertanian yang sangat maju. Semua prosesnya melibatkan para peneliti melalui riset dan teknologi. Di sinilah saya melihat bagaimana ilmu pengetahuan menjadi penggerak utama pembangunan," katanya.
Menurut Anwar, keberhasilan Sichuan menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkelanjutan harus bertumpu pada kualitas sumber daya manusia dan keberanian menjadikan riset sebagai dasar dalam setiap kebijakan.
Kemajuan itu melalui proses yang panjang. Karena itu kita harus mulai percaya dari sekarang bahwa Sulawesi Tengah juga bisa mencapainya, meskipun tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
"Seperti Morowali dulu, semuanya membutuhkan proses. Saya yakin sepuluh tahun ke depan, ketika Sulawesi Tengah terus melanjutkan arah pembangunan ini, pertanian berbasis laboratorium, riset, dan teknologi akan berkembang jauh lebih maju," ujarnya.
Sichuan, Cermin Pertanian Masa Depan
Sichuan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama Tiongkok. Provinsi ini tidak hanya menghasilkan padi, jagung, gandum, hortikultura, peternakan, dan berbagai komoditas pangan lainnya, tetapi juga berhasil mengintegrasikan teknologi modern ke seluruh rantai produksi.
Laboratorium genetika tanaman, teknologi freeze-drying untuk menjaga mutu hasil pertanian, ekstraksi tanaman herbal, sistem pergudangan pintar, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi bagian dari aktivitas pertanian sehari-hari.
Tidak berhenti pada peningkatan produksi, Sichuan juga mengembangkan kawasan pedesaan berbasis agrowisata yang menghadirkan nilai ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Model pembangunan inilah yang menurut Anwar layak dipelajari dan diadaptasi di Sulawesi Tengah.
Pengalaman Morowali Menjadi Modal Optimisme
Optimisme Anwar Hafid bukan tanpa alasan. Ia pernah membuktikan bahwa sebuah daerah yang semula dipandang biasa dapat berubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berskala global.
Ketika memimpin Morowali selama dua periode, daerah itu masih merupakan kabupaten hasil pemekaran dengan infrastruktur terbatas. Namun melalui keberanian membuka ruang investasi dan membangun kepercayaan para investor, Morowali berkembang menjadi kawasan industri nikel terbesar di dunia melalui Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
"Semua perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil dan keberanian untuk bergerak," katanya.
Kini, aktivitas industri di Morowali telah menjadi bagian dari rantai pasok global. Bahan baku tidak hanya berasal dari Sulawesi Tengah, tetapi juga didatangkan dari berbagai negara, termasuk Filipina.
"Morowali bukan lagi sekadar daerah penghasil nikel. Sekarang telah menjadi pusat pengolahan mineral dunia yang terhubung dengan industri internasional," jelasnya.
Kini Saatnya Pertanian Bertransformasi
Setelah mendorong hilirisasi sektor mineral, Anwar Hafid ingin membawa semangat transformasi yang sama ke sektor pertanian.
Menurutnya, Sulawesi Tengah memiliki potensi luar biasa. Lahan pertanian yang luas, iklim tropis, serta komoditas unggulan seperti kakao, durian, kelapa, kelapa sawit, hortikultura, perikanan, dan peternakan merupakan modal besar untuk membangun pertanian modern berbasis teknologi.
Ia menilai Kabupaten Parigi Moutong memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi pusat pertanian modern, kawasan riset hortikultura, sekaligus laboratorium inovasi pertanian di Indonesia bagian timur.
Tujuh Bidang Kerja Sama Strategis
Komitmen memperkuat hubungan Sulawesi Tengah dengan Sichuan diwujudkan melalui pertemuan resmi bersama Deputi Gubernur Sichuan, Zhang Dong Yun, di Chengdu.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menawarkan tujuh bidang kerja sama strategis, yaitu hilirisasi industri durian, penguatan perdagangan komoditas unggulan, pengembangan pertanian, peternakan dan perikanan modern, transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta kemitraan jangka panjang antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan dunia usaha.
Anwar optimistis kerja sama tersebut akan menjadi pintu masuk bagi peningkatan daya saing komoditas Sulawesi Tengah di pasar internasional.
Investasi yang Membawa Teknologi
Dalam forum itu, Anwar juga mengundang Pemerintah Provinsi Sichuan dan para pelaku usaha Tiongkok untuk berinvestasi di Sulawesi Tengah.
Ia menegaskan pemerintah daerah siap memberikan kemudahan perizinan, kepastian hukum, dukungan kawasan industri, serta menciptakan iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
"Kami percaya investasi bukan hanya tentang penanaman modal, tetapi juga membangun kepercayaan, menghadirkan transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami mengundang Sichuan menjadi mitra strategis dalam membangun pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia bagian timur," tegasnya.
Hubungan kedua daerah sebenarnya telah menunjukkan hasil nyata. Chengdu Land Port Hub bersama Sichuan Henghui sebelumnya telah mengimpor daging durian beku dari Indonesia dan menandatangani kontrak pembelian durian Indonesia senilai lebih dari 50 juta Yuan Renminbi (RMB).
Anwar berharap kerja sama tersebut menjadi pintu pembuka bagi kolaborasi yang lebih luas di bidang perdagangan, investasi, riset, hingga pengembangan teknologi pertanian.
Membangun Masa Depan Sulawesi Tengah
Bagi Anwar Hafid, perjalanan ke Sichuan memberikan satu pelajaran penting. Kekayaan sumber daya alam saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan global. Daerah harus mampu mengolah potensi tersebut melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan penguasaan teknologi.
Ia telah membuktikan bahwa Morowali mampu bertransformasi menjadi pusat industri nikel kelas dunia. Kini, ia ingin membawa semangat perubahan itu ke sektor pertanian agar Sulawesi Tengah tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil komoditas, tetapi juga menjadi pusat inovasi pertanian modern di Indonesia.
"Kalau Morowali bisa berubah menjadi kota industri dunia, maka saya percaya pertanian Sulawesi Tengah juga bisa menjadi contoh bagi Indonesia. Kuncinya adalah keberanian bermimpi, konsisten bekerja, serta menjadikan riset dan teknologi sebagai fondasi pembangunan," pungkas Anwar Hafid.
Kunjungan kerja ke Sichuan menjadi simbol arah baru pembangunan Sulawesi Tengah. Dari daerah yang kaya sumber daya alam, Sulawesi Tengah diarahkan menjadi provinsi yang mampu menciptakan nilai tambah melalui riset, inovasi, teknologi, dan kolaborasi internasional, sehingga manfaat pembangunan benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Cerita dari Sichuan bukan sekadar kisah perjalanan seorang gubernur ke luar negeri. Lebih dari itu, perjalanan tersebut membawa sebuah pesan bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian memiliki mimpi, kesungguhan belajar, dan konsistensi mewujudkannya. Seperti Morowali yang berhasil menorehkan sejarah, Anwar Hafid kini berharap transformasi yang sama dapat terjadi di sektor pertanian, membawa Sulawesi Tengah memasuki babak baru pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi.


