Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketua Umum Sinode GKST Apresiasi Kinerja Program 'Berani' Gubernur Anwar Hafid yang Berpihak pada Rakyat

| 11:13 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-22T04:14:25Z

 


  • Gubernur Anwar Hafid bersama Ketua Sinode GKST Pdt Djadaramo Tasiabe. (Ist).

ALASANNEWS, POSO — Apresiasi tinggi datang dari tokoh agama di Sulawesi Tengah terhadap capaian kinerja Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. Kebijakan strategis Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinannya dinilai berpihak nyata pada kepentingan masyarakat akar rumput, khususnya melalui implementasi 9 Program Berani.


Pernyataan positif ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Pdt. Djadaramo Tasiabe, M.Th. Secara spesifik, ia menyoroti dua program unggulan yang menjadi pilar utama jaminan sosial bagi warga, yakni 'Berani Sehat' dan 'Berani Cerdas'.


Kedua program ini dinilai memiliki asas manfaat tinggi yang langsung menyentuh sekaligus memangkas beban ekonomi warga kurang mampu di berbagai pelosok lebih khusus di Kabupaten Poso dan lebih luas di wilayah Sulawesi Tengah. 


"Kinerja Gubernur Anwar Hafid melalui 9 program Berani, lebih khusus Berani Sehat dan Berani Cerdas, bagi saya program itu menjawab harapan rakyat. Lewat aplikasi dan tanpa pandang bulu, semua merasakan program ini sangat menolong kebutuhan warga," ujar Pdt. Djadaramo Tasiabe melalui kontak WhatsApp pada Rabu (22/7/2026).


Bukti Nyata dan Rekam Jejak Pelayanan


Tokoh agama yang memimpin Sinode GKST berpusat di Tentena, Kabupaten Poso ini, membagikan pengalaman pribadinya terkait efektivitas birokrasi program tersebut. Salah satu puteranya yang kini menempuh studi di Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) Palu semester tiga, menjadi salah satu penerima manfaat langsung. Proses administrasi yang mudah dan berbasis teknologi digital menjadi nilai tambah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


"Ia ikut mendaftar sendiri dengan mudahnya program Berani Cerdas lewat aplikasi dan puji Tuhan UKT (Uang Kuliah Tunggal) sudah terbayarkan lewat program ini. Program Berani Sehat dan Berani Cerdas menjawab harapan rakyat, dan ini bentuk kepedulian seorang pemimpin rendah hati," tuturnya.


Pdt. Djadaramo menambahkan bahwa rekam jejak kepedulian Anwar Hafid bukanlah hal baru bagi dirinya. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada pemecahan masalah (problem solving) di tingkat dasar ini sudah melekat kuat sejak sang gubernur berkarier di tingkat kabupaten.


Potret Pemimpin Nasionalis Tanpa Sekat


Lebih lanjut, Pdt. Djadaramo menilai Anwar Hafid sebagai figur pemimpin berwawasan nasionalis dan inklusif. Pendekatannya yang humanis dinilai mampu melebur sekat-sekat sosial dan keagamaan di tengah masyarakat, menjadikan sang gubernur sebagai sosok yang inklusif dan mudah diakses oleh warga dari berbagai latar belakang tanpa adanya diskriminasi.


"Anwar Hafid pemimpin nasionalis yang rendah hati, sangat dekat, dan peduli terhadap kepentingan rakyat. Saat menjabat Bupati Morowali dua periode, yang menjadi Wakilnya adalah Sumisi Marundu, SH, MH, yang beragama Kristiani. Inilah figur yang benar-benar nasionalis dan tidak ada sekat dalam merangkul semua golongan," tegas Ketua Umum GKST.


Di sisi lain, Pdt. Djadaramo menggarisbawahi bahwa apresiasinya ini tidak perlu membandingkan kontribusi para pemimpin daerah terdahulu. Ia mengakui bahwa para mantan gubernur sebelumnya juga telah berbuat banyak dan meletakkan fondasi pembangunan yang baik untuk kemajuan Sulawesi Tengah. 


Namun, ia melihat ada nilai sensitivitas dan solusi yang lebih progresif serta spesifik dalam menghadapi masalah darurat kedaruratan sosial di masa kepemimpinan Anwar Hafid saat ini.


"Tetapi Gubernur Anwar Hafid lebih peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya ketika hendak berobat tidak punya BPJS, maupun ketika hendak membayar uang sekolah dan uang kuliah yang merupakan kebutuhan mendesak serta sangat memusingkan orang tua," jelasnya.


Menurutnya, masalah-masalah krusial yang selama ini menjadi momok dan beban berat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat ekonomi lemah, kini berhasil diurai secara taktis oleh pemerintah daerah melalui sistem penanganan yang terintegrasi.


Kehadiran negara dalam bentuk jaminan kesehatan dan pendidikan gratis dinilai sebagai langkah konkret dalam memutus rantai kemiskinan di Sulawesi Tengah.


"Sebab itu, di bawah kepemimpinan Gubernur H. Anwar Hafid, pemerintah benar-benar hadir secara konkret di tengah-tengah kita untuk menjawab apa yang menjadi harapan rakyatnya di Sulteng," pungkas Pdt. Djadaramo.

×
Berita Terbaru Update