Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wagub Reny Lamadjido Lantik Pengurus IDI dan PDUI Tolitoli, Tekankan Pelayanan Kesehatan yang Humanis

| 13:54 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-09T06:54:37Z

 


TOLITOLI, ALASANNEWS – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny Arniwaty Lamadjido, M.Kes melantik Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tolitoli periode 2026–2029 dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Komisariat Tolitoli periode 2024–2027.

Pelantikan berlangsung di Aula Hotel Mitra Utama Tolitoli, Minggu (9/8/2026), sekitar pukul 09.00 WITA. Pelantikan tersebut dipimpin langsung dr. Reny Lamadjido yang juga menjabat Ketua IDI Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya, Ketua DPRD Tolitoli Hj. Sriyanti Dg. Parebba, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli M. Nasir Dg. Marumu, Ketua IDI Cabang Tolitoli dr. Musta’ina, Sp.KJ, Ketua Pengurus Cabang PDUI Sulteng dr. Rossalin Tresnawaty Lago, MPH, para pimpinan organisasi profesi serta sejumlah undangan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali laporan ketua panitia dan pembacaan susunan pengurus. Selanjutnya dilakukan prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, penyerahan Pataka IDI kepada pengurus baru, serta penandatanganan berita acara pelantikan IDI dan PDUI.

Untuk periode 2026–2029, kepengurusan IDI Cabang Tolitoli dipimpin dr. Musta’ina, Sp.KJ sebagai Ketua, didampingi dr. Annisa Rachma Mulyani Munawar sebagai Sekretaris dan dr. Veronicha Anggarai sebagai Bendahara.

Sementara itu, PDUI Komisariat Tolitoli periode 2024–2027 dipimpin dr. Suryani sebagai Ketua, dr. Kalsum sebagai Sekretaris Umum, dan dr. Nurul Afriani sebagai Bendahara.

Dalam sambutannya, Ketua IDI Cabang Tolitoli dr. Musta’ina, Sp.KJ menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelantikan tersebut.

Ia juga berharap adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Tolitoli dalam penyediaan tempat yang dapat dimanfaatkan sebagai sekretariat IDI Cabang Tolitoli.

Sementara itu, Bupati Tolitoli Hi. Amran Hi. Yahya menegaskan bahwa keberadaan dokter memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang sehat dan produktif.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, IDI, PDUI dan seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar pelayanan kesehatan semakin baik, merata dan mudah diakses masyarakat.

“Pengurus baru diharapkan menjadi motor penggerak organisasi yang solid, inovatif dan memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembangunan kesehatan di Kabupaten Tolitoli,” tegas Amran.

Pada kesempatan yang sama, Wagub Sulteng dr. Reny Lamadjido menekankan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi awal dari amanah besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Reny mendorong IDI dan PDUI Tolitoli menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan berbagai program kesehatan, terutama penurunan angka stunting dan penanganan masalah kesehatan dasar.

Ia juga meminta organisasi profesi kedokteran ikut mendorong peningkatan mutu pelayanan medis di rumah sakit maupun puskesmas dengan mengedepankan pelayanan yang humanis serta keselamatan pasien.

Selain itu, solidaritas internal profesi kedokteran dinilai perlu diperkuat agar organisasi semakin solid, berintegritas dan mampu menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan.

Reny juga meminta pengurus baru segera merumuskan program kerja yang konkret, realistis dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Program organisasi harus disinkronkan dengan program pembangunan kesehatan Pemerintah Kabupaten Tolitoli maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” pesannya.

Menurutnya, IDI dan PDUI tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu memberikan perlindungan hukum bagi dokter, pembinaan etika profesi serta memfasilitasi peningkatan kompetensi dokter secara berkelanjutan.

Dengan kepengurusan baru tersebut, IDI dan PDUI Tolitoli diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin berkualitas, merata dan berorientasi pada keselamatan pasien.


×
Berita Terbaru Update