ALASANNEWS, PALU – Proses suksesi kepemimpinan di Universitas Tadulako (Untad) Palu mulai memasuki tahapan penting. Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengungkapkan bahwa rangkaian Pemilihan Rektor (Pilrek) Untad untuk periode 2027–2031 telah disiapkan dengan jadwal yang terukur.
Menurut Prof. Amar, tahapan penyaringan calon rektor di tingkat Senat Akademik Untad direncanakan berlangsung pada Oktober 2026. Selanjutnya, pemilihan akhir oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dijadwalkan pada Desember 2026.
“Insyaallah, untuk tahap penyaringan di tingkat senat akan dilaksanakan pada bulan Oktober, dan untuk pemilihan akhir oleh menteri dijadwalkan pada bulan Desember 2026,” kata Prof. Amar kepada Alasannews, Sabtu (12/9/2026), melalui pesan WhatsApp.
Disiapkan Sesuai Statuta
Pelaksanaan Pilrek Untad dipersiapkan dengan mengacu pada Statuta Universitas Tadulako serta berbagai ketentuan yang berlaku. Senat Untad sebelumnya telah menyusun regulasi dan tata cara pemilihan sebagai pedoman dalam seluruh rangkaian tahapan.
Prof. Amar menegaskan, aturan tersebut disiapkan untuk memastikan proses suksesi kepemimpinan universitas berlangsung tertib, transparan, dan sesuai dengan ketentuan institusi.
Menurutnya, seluruh mekanisme Pilrek harus diarahkan untuk kepentingan universitas serta keberlanjutan pembangunan akademik, bukan untuk mengakomodasi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Dinamika Internal Tetap Kondusif
Memasuki tahapan Pilrek, dinamika di lingkungan internal kampus diperkirakan semakin berkembang. Perbedaan pandangan mengenai prosedur rapat senat yang sempat muncul sebelumnya dinilai sebagai bagian dari dinamika institusi dan tidak memengaruhi agenda Pilrek.
Pihak rektorat memastikan kondisi internal kampus saat ini tetap kondusif. Seluruh organ universitas diarahkan menjalankan tugas dan kewenangan masing-masing agar seluruh rangkaian Pilrek dapat berlangsung sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Alumni Apresiasi Perkembangan Untad
Di tengah persiapan menuju masa transisi kepemimpinan, kinerja Prof. Amar juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk alumni Untad.
Apresiasi tersebut antara lain berkaitan dengan perkembangan jejaring kerja sama dan peningkatan eksistensi Untad di lingkungan akademik, baik pada tingkat nasional maupun internasional.
Perkembangan kerja sama tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting bagi Untad dalam memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi negeri yang mampu membangun kolaborasi dengan berbagai universitas di dalam maupun luar negeri.
Dengan tahapan penyaringan yang direncanakan berlangsung pada Oktober dan pemilihan akhir pada Desember 2026, perhatian civitas akademika kini tertuju pada proses penentuan pemimpin Untad untuk periode berikutnya.
Sejumlah kalangan menilai keberlanjutan kepemimpinan dan program pengembangan universitas menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam proses suksesi tersebut.
Di tengah perkembangan Untad saat ini, keberlanjutan berbagai capaian akademik, jejaring kerja sama, serta peningkatan daya saing universitas menjadi tantangan bagi kepemimpinan berikutnya.
Prof. Amar dinilai telah membawa Untad memperluas kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan institusi akademik di berbagai negara. Capaian tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan sehingga Untad semakin kuat sebagai salah satu perguruan tinggi utama di Sulawesi Tengah.


