Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

ANTREAN KENDARAAN DI SPBU MENGULAR, MASYARAKAT KETAPANG RESAH AKIBAT KELANGKAAN BBM

| 13:34 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-15T06:34:38Z
ANTREAN KENDARAAN DI SPBU MENGULAR, MASYARAKAT KETAPANG RESAH AKIBAT KELANGKAAN BBM

Ketapang  | Alasannews.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terjadi akibat kombinasi kendala distribusi, gangguan teknis logistik, lonjakan konsumsi BBM bersubsidi, dan panic buying warga. Antrean kendaraan yang mengular hingga memakan sebagian badan jalan atau bahu jalan di sekitar SPBU terbukti meningkatkan risiko rawan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan parah.



ANTREAN KENDARAAN DI SPBU MENGULAR, MASYARAKAT KETAPANG RESAH AKIBAT KELANGKAAN BBM

Berdasarkan pantuan awak media, kendaraan yang mengantre seringkali meluber ke jalan raya utama, mempersempit ruang gerak dan jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap bagi pengguna jalan sehingga memicu rawan kecelakaan beruntun.


Banyak SPBU berada langsung di jalan utama, SPBU di Jalan D.I. Panjaitan merupakan salah satunya, antrean kendraan yang sering kali meluber hingga ke badan jalan sering kali menyebabkan kemacetan yang menghambat akses menuju fasilitas kesehatan RSUD Agoesdjam Ketapang, terlebih lagi SPBU di Jalan Gajah Mada Desa Suka Bangun juga menyebabkan kemacetan akibat atrean BBM hingga 1 km, mengingat jalur ini merupakan akses utama ke Pelabuhan Suka Bangun yang sering dilewati kendraan berkapasitas besar, disisi lain jalur ini sering dilewati kendaraan berkecepatan tinggi, sehingga kendaraan yang berhenti mendadak atau berjalan sangat lambat berisiko ditabrak dari belakang. Pihak Kepolisian dan satuan lalu lintas Polres Ketapang harus turun langsung ke lapangan untuk mengatur arus dan mengurai kemacetan akibat atrean panjang tersebut.


Kelangkaan BBM di Ketapang juga memicu respon emosional dari kalangan ibu-ibu. Sebagai pengelola utama urusan rumah tangga dan mobilitas keluarga, kelompok ibu-ibu menjadi salah satu pihak yang merasakan dampak langsung dari kelangkaan BBM di Kabupaten Ketapang, menurut seorang ibu yang tidak ingin namanya disebut, mengatakan ia harus mengantre di SPBU sejak subuh hari hanya demi memastikan kenderaan miliknya memiliki bensin demi untuk mengantar anak sekolah dan berbelanja kepasar. Tuturnya.


Ujang Yandi Wakil Ketua LAKI KETAPANG angkat bicara, menurutnya kelangkaan BBM ini merupakan hal yang mudah dan tidak sulit untuk diatasi oleh pemerinah daerah maupun SPBU untuk menanggulangi kelangkaan BBM, banyaknya antrean di beberapa SPBU menimbulkan antrean panjang yang mengakibatkan kemacetan, menghalangi pengusaha terutama di Jalan di D.I. Panjaitan, mungin pengusaha sangat resah sekali, terhadap antrean-antrean kendaraan yang terlalu Panjang dan juga mengganggu arus lau lintas arah rumah sakit. 


Menurut Ujang Yandi pemerintah harus mengambil langkah konkrit untuk mengatasi kelangkaan BBM ini, durasi jam operasi SPBU yang hanya buka dari pagi hingga jam 10 malam saja tidak sampai 24 jam, langkah konkrit berikutnya seharusnya pemerintah mengambil langkah untuk mengisi kios.

Kios yang ditunjuk oleh pemerintah daerah harus dikawal oleh aparat-aparat penegak hukum. Menurutnya SPBU harus menyediakan sesuai basis masing-masing, seperti didaerah seberang dan perkotaan seherusnya pemerintah mengambil langkah itu, penanggulangan untuk mengatasi kelangkaan BBM dan menanggulangi antrean yang sangat panjang. Ia berharap kepada pemerintah daerah baik kepada Bupati maupun Kapolres, karena inti merupakan kelangkaan yang sangat menyeluruh untuk segera mengambil langkah konkrit untuk menyediakan kios-kios yang sesuai petunjuk BPHMIGAS dan pemerintah daerah, supaya setiap kios diberi minyak 1 atau 2 drum guna untuk mengurangi anteran. Pungkasny a


(Dedy. S)

Red/Gun*

×
Berita Terbaru Update