ALASANNEWS, PALU — Regenerasi kepemimpinan dalam organisasi olahraga membutuhkan keberanian untuk memberikan ruang kepada generasi muda yang memiliki kapasitas, komitmen, dan gagasan membangun masa depan olahraga daerah.
Semangat tersebut tercermin dari sikap Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., yang menyambut positif munculnya Abcandra Muhammad Akbar Supratman sebagai kandidat Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah.
Apresiasi itu disampaikan menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) PSSI Luar Biasa yang dijadwalkan berlangsung di Palu, 8- 9 November 2026.
Abcandra menjadi salah satu figur muda yang telah menyatakan kesiapannya mengikuti kontestasi. Keseriusannya ditunjukkan dengan mendaftarkan diri sekaligus mengembalikan formulir pencalonan Ketua Asprov PSSI Sulteng kepada panitia pemilihan.
Sebelumnya, nama Anwar Hafid juga sempat diperbincangkan sebagai figur potensial untuk memimpin organisasi sepak bola tersebut. Namun, hingga Sabtu (31/10/2026), Gubernur Sulteng itu belum tercatat mendaftarkan diri sebagai calon ketua.
Kepada ALASANNEWS, Sabtu (31/10/2026), Anwar Hafid menjelaskan bahwa ketertarikannya terhadap persepakbolaan daerah berangkat dari keprihatinan melihat perkembangan sepak bola Sulawesi Tengah yang dinilainya mengalami stagnasi, meskipun memiliki basis penggemar yang besar di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut mendorong dirinya menghadirkan program Berani Cup sebagai salah satu upaya membangkitkan kembali gairah sepak bola di daerah. Tingginya antusiasme masyarakat kemudian menjadi dorongan untuk melanjutkan kompetisi sekaligus menghidupkan aktivitas persepakbolaan di berbagai wilayah.
Dampaknya mulai terlihat melalui kembali bergulirnya sejumlah kompetisi, termasuk Suratin Cup, serta meningkatnya aktivitas klub-klub sepak bola di daerah.
Terkait peluang memimpin Asprov PSSI Sulteng, Anwar mengakui bahwa pada awalnya dirinya bersedia menerima amanah apabila memperoleh kepercayaan secara aklamasi.
Ia mengungkapkan, sekitar setahun lalu sejumlah pengurus Asosiasi Kabupaten (Askab) telah mendorong dirinya untuk memimpin organisasi tersebut setelah berakhirnya periode kepemimpinan Hadianto Rasyid.
Namun, Anwar meminta agar terlebih dahulu diberikan kesempatan mencari figur lain yang dinilai memiliki kemampuan membangun dan mengembangkan organisasi. Dirinya menyatakan siap mengambil tanggung jawab apabila memang tidak ditemukan sosok yang dianggap tepat.
Seiring berjalannya waktu, munculnya Abcandra sebagai kandidat muda yang dinilainya memiliki kapasitas justru menjadi alasan bagi Anwar untuk memberikan kesempatan kepada generasi penerus.
"Seiring berlalu dan akhirnya di penghujung ini hadirlah seorang anak muda yang saya kira cukup mumpuni untuk memegang cabor ini mendaftar menjadi calon. Maka sejak itu saya bersyukur dan berbahagia, untuk apa lagi mau maju," ujar Anwar Hafid.
Menurutnya, kehadiran figur muda yang siap mengambil tanggung jawab dalam organisasi olahraga merupakan perkembangan positif yang patut diapresiasi. Terlebih, regenerasi kepemimpinan menjadi bagian penting dalam menciptakan keberlanjutan pembangunan olahraga di Sulawesi Tengah.
"Tentu sebagai Gubernur saya harus mengapresiasi, mengapa tidak?" tegasnya.
Anwar juga berpandangan bahwa sudah saatnya potensi generasi muda memperoleh ruang lebih luas untuk menduduki posisi strategis dalam organisasi olahraga. Ia mencontohkan kepemimpinan Ketua KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, sebagai bagian dari proses regenerasi tersebut.
"Saya melihat memajukan dunia olahraga di Sulteng, saatnya potensi generasi anak muda sudah patut diberikan tempat dan itu sudah dimulai dari Ketua KONI Sulteng Muhammad Fathur Razaq," ungkapnya.
Regenerasi Menentukan Masa Depan Sepak Bola Sulteng
Sikap Anwar Hafid tersebut menegaskan bahwa pembangunan olahraga tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, penyelenggaraan kompetisi, dan pembinaan atlet, tetapi juga regenerasi kepemimpinan yang mampu membawa organisasi bergerak lebih maju.
Munculnya Abcandra Muhammad Akbar Supratman dalam bursa calon Ketua Asprov PSSI Sulteng menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk menunjukkan kapasitas, kepemimpinan, serta keseriusannya membangun persepakbolaan daerah.
Musprov PSSI Luar Biasa dijadwalkan berlangsung pada 8- 9 November 2026. Agenda pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2026–2030 berlangsung di Hotel Santika, Kota Palu. akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi sepak bola Sulawesi Tengah untuk periode kepemimpinan berikutnya.
Meski demikian, proses regenerasi tetap harus berjalan melalui mekanisme organisasi yang demokratis dengan mempertimbangkan kapasitas, integritas, pengalaman, serta visi setiap kandidat.
Sebab, tantangan sepak bola daerah tidak hanya terletak pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga pembinaan atlet usia dini, penguatan klub, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan tata kelola organisasi yang profesional.
Pada akhirnya, siapa pun yang memperoleh kepercayaan melalui Musprov diharapkan mampu menyatukan seluruh elemen sepak bola, memperkuat sistem pembinaan, menghidupkan kompetisi secara berkelanjutan, serta membawa prestasi sepak bola Sulawesi Tengah ke tingkat yang lebih tinggi.


