ALASANNEWS.COM, PALU – Perjuangan menuntut keadilan bagi rakyat Sulawesi Tengah terus bergema di Ibu Kota Negara. Tim Garuda Sulawesi Tengah yang dipimpin Andi Ridwan Bataraguru hingga Senin (2/11/2026) masih konsisten menyuarakan tuntutan agar pemerintah pusat memberikan pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang lebih adil bagi daerah.
Bagi Andi Ridwan, persoalan pembagian DBH bukan sekadar menyangkut angka dalam kebijakan fiskal nasional. Lebih dari itu, kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan masa depan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah.
Ia menilai, apabila pembagian DBH dari pemerintah pusat terus berlangsung tidak proporsional, Sulawesi Tengah berpotensi semakin tertinggal dan masyarakatnya akan terus menanggung dampak dari ketidakadilan pengelolaan kekayaan daerah.
Padahal, Sulawesi Tengah merupakan salah satu daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah dengan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Kekayaan tersebut semestinya memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di daerah penghasil.
Sebagai bentuk keseriusan perjuangan, Tim Garuda Sulawesi Tengah dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Senin (2/11/2026).
Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya menyampaikan aspirasi masyarakat Sulawesi Tengah kepada pemerintah pusat agar kebijakan pembagian DBH ditinjau kembali dan benar-benar mencerminkan prinsip keadilan bagi daerah penghasil.
Perjuangan Tim Garuda juga mendapat dukungan dan apresiasi dari sejumlah elemen masyarakat serta tokoh politik asal Sulawesi Tengah yang kini menetap di Jakarta.
Salah satu dukungan datang dari Mardiman Sane. Bahkan, sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan tersebut, Mardiman secara khusus mengundang rombongan Tim Garuda Sulawesi Tengah untuk bersilaturahmi di kediaman pribadinya pada Minggu malam (1/11/2026).
Pertemuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan moral bagi rombongan yang tengah memperjuangkan kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah di tingkat nasional.
Dukungan masyarakat dan perhatian dari sejumlah tokoh daerah semakin memperkuat semangat Tim Garuda untuk terus menyuarakan tuntutan keadilan DBH.
Sikap Gubernur Sulawesi Tengah yang turut mendorong agar pembagian DBH dilakukan secara berkeadilan juga menjadi penguat perjuangan tersebut.
Bagi Sulawesi Tengah, tuntutan ini bukan semata-mata persoalan besaran anggaran yang diterima daerah. Ini adalah persoalan keadilan fiskal, penghargaan terhadap kontribusi daerah penghasil, serta hak masyarakat untuk menikmati hasil kekayaan alam di tanahnya sendiri.
Satu pesan yang ingin ditegaskan Tim Garuda Sulawesi Tengah kepada pemerintah pusat: jangan biarkan daerah yang kaya sumber daya alam justru terus berjuang menghadapi keterbatasan anggaran dan kesejahteraan rakyatnya.
Perjuangan dari Jakarta ini diharapkan menjadi momentum untuk membuka ruang dialog dan mendorong lahirnya kebijakan pembagian DBH yang lebih adil, transparan, dan berpihak kepada daerah penghasil.


