Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Jalan Kembayan-Balai Sebut Senilai Rp 3,72 Miliar Picu Curiga Publik

| 00:44 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-19T17:44:16Z

Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Jalan Kembayan-Balai Sebut Senilai Rp 3,72 Miliar Picu Curiga Publik.


Alasannews.com | SANGGAU,KALBAR – Proyek peningkatan infrastruktur ruas jalan Kembayan - Balai Sebut di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2026,diduga menyimpan sejumlah kejanggalan. Proyek yang ditangani oleh Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar ini kini menjadi sorotan tajam masyarakat, baik dari segi rasionalitas anggaran maupun dugaan penurunan kualitas fisik di lapangan.

Diduga Tak Sesuai Spek, Proyek Jalan Kembayan-Balai Sebut Senilai Rp 3,72 Miliar Picu Curiga Publik.


Berdasarkan pantauan di lapangan proyek yang dikerjakan oleh kontraktor CV. Aneka Karya dengan total nilai kontrak mencapai Rp 3.721.228.000,00 ini secara kasat mata terlihat telah rampung. Namun, hingga saat ini tidak terlihat adanya aktivitas pekerja maupun alat berat untuk tahap perbaikan atau pemeliharaan lanjutan. 


Yang menjadi pusat perhatian adalah rasio antara nilai anggaran dengan volume pekerjaan. Dengan total anggaran lebih dari Rp 3,7 miliar, proyek ini diduga hanya menangani peningkatan jalan sepanjang 0,375 kilometer (375 meter). Secara matematis, nilai yang dihabiskan mencapai hampir Rp 9,92 juta per meter jalan, sebuah angka yang diduga tidak proporsional dan memicu kecurigaan publik.


Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan(HS)menyatakan, kondisi fisik jalan yang baru saja dikerjakan tersebut memunculkan dugaan kuat adanya penyimpangan spesifikasi teknis. 


"Secara fisik aspal dan bahu jalan sepanjang 0,375 Km memang nampak selesai dikerjakan. Tapi, diduga ada pekerjaan yang tidak tuntas, buktinya tidak ada garis cat jalan atau marka jalan sama sekali. Selain itu, kualitas beton pada bahu jalan di beberapa titik juga sudah nampak retak-retak," ujar narasumber kepada awak media, Senin (19/10/2026).


Melihat kondisi tersebut, narasumber secara terbuka menantang Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat untuk bersikap transparan. Ia mendesak instansi terkait untuk mempublikasikan secara rinci spesifikasi teknis pekerjaan, meliputi ketebalan lapisan aspal, mutu aspal yang digunakan, serta hasil uji kekuatan (mutu) beton pada bahu jalan.


"Kami menduga ada kejanggalan dalam pelaksanaan proyek ini. Anggaran Rp 3 miliar lebih itu cukup besar untuk pekerjaan peningkatan jalan hanya sepanjang 375 meter. Jika pun ada pekerjaan lain atau pemeliharaan jalan yang dimasukkan dalam kontrak ini, kami meminta pihak Dinas PU Kalbar menunjukkan secara rinci pekerjaan apa saja yang sebenarnya dikerjakan oleh pihak kontraktor," tegasnya.


Lebih lanjut, ia mendesak agar proyek yang digarap oleh CV. Aneka Karya ini tidak dibiarkan begitu saja. Ia meminta agar instansi pengawas internal maupun eksternal, termasuk Aparat Penegak Hukum (APH), untuk turun tangan melakukan audit investigatif atas dugaan kerugian negara ini.


"Kami berharap kegiatan ini diaudit kembali oleh pihak-pihak terkait, termasuk Aparat Penegak Hukum. Kami tentu sangat mendukung dan membutuhkan perbaikan jalan, tetapi harus dengan kualitas mutu yang baik, akuntabel, dan adanya keterbukaan informasi dari Dinas PU Kalbar terkait dugaan penyimpangan kualitas, ketebalan aspal, dan mutu beton yang dikerjakan," pungkasnya.


Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih menunggu konfirmasi dan right of reply (hak jawab) dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat maupun pihak manajemen CV. Aneka Karya terkait dugaan kejanggalan dan permintaan audit tersebut.(Tim)


Redaksi/Publisher:Ts.

×
Berita Terbaru Update