ALASANNEWS.COM, TOLITOLI – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tolitoli mulai mempertegas arah konsolidasi politiknya. Pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tolitoli yang dirangkaikan dengan Musyawarah Kerja Cabang (Mukercab) menjadi momentum penting untuk memperkuat barisan dan mematangkan agenda politik partai ke depan.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Alatas, Jalan Sultan Hasanuddin, Jumat (30/10/2026), tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah dan perwakilan partai politik.
Hadir dalam kegiatan itu Wakil Bupati Tolitoli Moh. Besar Bantilan, Ketua DPRD Tolitoli Hj. Sriyanti Dg. Parebba, Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah Hi. Risharyudi Triwibowo Timumun, M.M., serta sejumlah ketua partai politik.
Tampak pula Ketua DPC PKB Kabupaten Tolitoli Andika Putra Dg. Parebba bersama Rayhan Abdurahman Timumun, Bendahara Umum Pengurus Besar Anak Muda Indonesia sekaligus Dewan Pembina Buol Smart, serta jajaran pengurus, anggota, simpatisan dan undangan lainnya.
Pengukuhan kepengurusan bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi penanda dimulainya babak konsolidasi baru PKB di Kabupaten Tolitoli.
Di tengah dinamika politik daerah yang terus bergerak, PKB dituntut tidak hanya menjaga eksistensi, tetapi juga memperluas basis dukungan, memperkuat struktur hingga tingkat bawah, serta membangun komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat.
Ketua DPC PKB Kabupaten Tolitoli, Andika Putra Dg. Parebba, menjadi salah satu figur sentral dalam agenda tersebut. Kepemimpinannya kini dihadapkan pada tantangan bagaimana menjadikan PKB sebagai kekuatan politik yang semakin diperhitungkan di Tolitoli.
Mukercab juga menjadi ruang strategis untuk merumuskan program kerja, menyatukan visi pengurus, serta menentukan langkah organisasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Wakil Bupati Moh. Besar Bantilan dan Ketua DPRD Hj. Sriyanti Dg. Parebba dalam kegiatan yang sama turut menjadi perhatian tersendiri.
Keduanya merupakan figur politik dari partai berbeda. Kehadiran sejumlah pimpinan partai dalam agenda PKB memperlihatkan bahwa komunikasi dan silaturahmi politik lintas partai tetap menjadi bagian penting dalam dinamika perpolitikan Tolitoli.
Namun, konsolidasi organisasi tentu harus dibuktikan melalui kerja nyata. PKB perlu menunjukkan sejauh mana kepengurusan baru mampu membangun kekuatan politik, menghadirkan kader potensial, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Sebab, dalam politik, pengukuhan pengurus adalah awal perjalanan, bukan garis akhir perjuangan.
Pertanyaan besarnya, sejauh mana PKB Tolitoli mampu meningkatkan pengaruh politiknya menghadapi kontestasi mendatang?
Jawabannya akan terlihat dari kerja organisasi, kekuatan kader, dan keberpihakan partai terhadap kepentingan rakyat.


