Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Prof Amar "Rektor Transformasi Digital" Kembali Maju Pilrek Untad 2027-2031 Membawa Kampus Ke Pentas Dunia

| 16:26 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-30T09:26:57Z

 


  • Prof Dr Ir Amar Rektor Untad petahana menyerahkan formulir maju di Pilrek Untad 2027-2031 kepada Pantia Pilrek dalam hal ini Ketua Pantia Prof Dr Jusman Mansur M.Si. (Ist).

Oleh: Elkana Lengkong, Redaktur Eksekutif


ALASANNEWS, PALU — Seusai melaksanakan salat Jumat, (30/10/2026), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Rektor petahana Universitas Tadulako (Untad), mendatangi Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) dengan membawa formulir pendaftaran bakal calon Rektor Untad periode 2027–2031.


Formulir tersebut diterima langsung Ketua Panitia Pilrek Untad, Prof. Dr. Jusman Mansur, M.Si. Langkah ini menandai keseriusan Prof. Amar untuk kembali mengikuti kontestasi kepemimpinan universitas dan melanjutkan agenda transformasi yang telah dibangun selama periode pertama.


Keputusannya maju kembali bukan semata-mata untuk mempertahankan jabatan, melainkan meneruskan pembenahan kelembagaan, memperkuat reputasi akademik, serta membawa Untad semakin diperhitungkan dalam persaingan pendidikan tinggi internasional.


"Universitas Tadulako (Untad) dituntut tidak sekadar berkembang di tingkat regional dan nasional, tetapi mampu mengambil tempat dalam percaturan pendidikan tinggi dunia," kata Prof. Amar kepada ALASANNEWS melalui WhatsApp, Jumat (30/10/2026).


Bagi Prof. Amar, perguruan tinggi harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan pembentukan sumber daya manusia unggul. Karena itu, perubahan tidak cukup dilakukan melalui pembenahan administrasi, tetapi harus menyentuh pola pikir, budaya akademik, dan keberanian menciptakan inovasi.


Akreditas Unggul Prestasi Nasional


Selama kepemimpinannya, sejumlah capaian menjadi bagian dari perjalanan pengembangan Untad. Salah satunya keberhasilan meraih predikat Akreditasi Unggul sebagai pengakuan terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan dan tata kelola universitas.

Berdasarkan evaluasi akhir 2025, Untad masuk dalam jajaran 35 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.


Berdasarkan rilis Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tahun 2026, Untad menempati peringkat ke-24 dari 717 perguruan tinggi dengan 179 prestasi mahasiswa. Capaian tersebut menempatkan Untad dalam jajaran 25 kampus paling berprestasi di Indonesia sekaligus menjadi satu-satunya perguruan tinggi asal Sulawesi Tengah dalam daftar tersebut.


Prestasi mahasiswa mencakup berbagai bidang, mulai dari penelitian, inovasi teknologi, olahraga, seni budaya, debat, hingga kewirausahaan.


Hal ini memperlihatkan potensi generasi muda daerah untuk bersaing dalam berbagai kompetisi nasional.

Menurut Prof. Amar, keberhasilan kepemimpinan tidak diukur dari banyaknya pernyataan di ruang publik, tetapi dari dampak nyata bagi institusi.


"Pada periode kedua kepemimpinan nanti, saya menyadari bahwa kepemimpinan yang efektif tidak diukur dari seberapa gaduh kita bersuara di ruang publik, melainkan dari seberapa besar dampak nyata yang dapat membawa Untad menjadi universitas yang dikenal dan diperhitungkan di kancah dunia," ungkapnya.


Ia menegaskan bahwa berbagai prestasi yang diraih merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika dan menjadi fondasi untuk membawa Untad berkembang lebih jauh.


Alumni Untad Berkontribusi Dalam Oenelitian Flora


Kualitas pendidikan Untad juga tercermin melalui kiprah alumninya dalam pengembangan ilmu pengetahuan.


Tiga alumni FMIPA Program Studi Biologi, yakni Roland Putra Pribadi Ahmad, Zulfadly, S.Si., M.Si., dan Kurniawan P. Bandjolu, S.Si., terlibat dalam penelitian dan penemuan spesies baru flora.


Roland, yang saat ini melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia, tercatat sebagai salah satu peneliti yang diundang dalam kegiatan BRIN bertajuk BRIN Goes to Stakeholders & Society: Exposing New Species Flora, yang dijadwalkan berlangsung 25 Mei 2026 di Jakarta.


Ketiganya merupakan bagian dari jejaring ilmiah Herbarium Celebense (CEB) Untad yang berkontribusi dalam eksplorasi biodiversitas, khususnya di kawasan Wallacea.


Keterlibatan alumni tersebut menunjukkan bahwa kontribusi Untad tidak hanya berlangsung melalui proses pendidikan, tetapi juga melalui penelitian yang memberikan sumbangan bagi perkembangan ilmu pengetahuan.


Kerja Sama Internasional Untuk Kemajuan Daerah


Dalam memperluas jejaring akademik, Untad memperkuat kerja sama dengan Hainan University (HNU), Tiongkok.


Pada 16 April 2026, kedua institusi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) di sela pelaksanaan wisuda Untad. Dokumen tersebut ditandatangani Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. sc. Ir. Agr. Aiyen Tjoa, M.Sc., bersama Prof. Dr. Qiu Xiguang dari Hainan University dan disaksikan Rektor Prof. Amar.


Kerja sama diarahkan pada pengembangan pendidikan, penelitian, dan teknologi akuakultur tropis, termasuk budidaya tiram mutiara, lobster, kuda laut, serta komoditas air tawar seperti belut.


Kedua universitas juga merencanakan pembangunan Tropical Aquaculture Science and Technology Demonstration Centre (TASTDE) sebagai pusat pengembangan teknologi budidaya dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.


Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., turut memberikan perhatian terhadap pengembangan kerja sama tersebut. Ia bersama Rektor Untad menghadiri League of Tropical Universities (LTU) Summit 2026 di Hainan, Tiongkok, sekaligus membangun komunikasi dengan Gubernur Provinsi Hainan, Liu Xiaoming.


"Saya berada di Hainan, China, bersama Rektor Prof. Amar menghadiri League of Tropical Universities 2026 Summit. Kesempatan itu saya gunakan untuk bertemu dengan Gubernur Provinsi Hainan, Liu Xiaoming, guna membicarakan rencana kerja sama di berbagai bidang," ungkap Anwar Hafid.


Kerja sama ini diharapkan mendukung pembangunan Sulawesi Tengah, khususnya sektor pertanian, perikanan, dan pemanfaatan teknologi. Rektor Prof. Amar juga menegaskan komitmen Untad untuk mendukung program pemerintah daerah melalui kolaborasi konkret.


"Prinsipnya, kami akan mendukung program-program pemerintah daerah melalui kerja sama dalam beberapa bidang yang juga telah dilakukan bersama Untad," ujarnya.


Selain dengan Tiongkok, Untad juga memperluas kolaborasi penelitian melalui konsorsium universitas Eropa. Salah satu proyek berlangsung selama tiga tahun dan membuka peluang pengembangan teknologi pertanian presisi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan teknologi informasi, dengan dukungan peralatan senilai sekitar Rp700 juta hingga Rp800 juta.


Dua perwakilan Untad, Mahatir Najar dari FMIPA dan Henry selaku Kepala Laboratorium Terpadu, dijadwalkan mengikuti pelatihan di Serbia sebagai bagian dari peningkatan kapasitas penguasaan teknologi.


Penguatan Pendidikan Dan Pengakuan Internasional


Pengembangan Untad juga diarahkan pada perluasan pendidikan profesi dan peningkatan kualitas layanan akademik.


Pada 2026, Fakultas Kedokteran merencanakan pembukaan tiga program pendidikan dokter spesialis, yakni bedah, obstetri dan ginekologi, serta penyakit dalam. Pengembangan Program Studi Kedokteran Gigi juga menjadi bagian dari agenda tersebut.


Untad telah menyelenggarakan sejumlah pendidikan profesi, meliputi Profesi Guru, Insinyur, Apoteker, dan Arsitektur. Universitas ini juga memiliki Halal Center serta Laboratorium Terpadu yang telah memperoleh akreditasi nasional dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).


Pada tingkat internasional, lima program studi FKIP memperoleh pengakuan dari Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics, Natural Sciences, and Mathematics (ASIIN), Jerman.


Kelima program studi tersebut adalah Pendidikan Matematika berstatus Accredited, sedangkan Pendidikan Fisika, Kimia, Biologi, dan Geografi memperoleh status Accredited with Requirements.


Pengakuan tersebut merupakan hasil asesmen tim asesor ASIIN pada 15–16 Oktober 2025. Untad juga mempersiapkan akreditasi internasional bagi sejumlah program studi di Fakultas Pertanian.


“Rektor Transformasi Digital" Infentitas Perubahan Untad


Salah satu identitas kepemimpinan Prof. Amar adalah julukan "Rektor Transformasi Digital" yang diberikan mahasiswa Fakultas Teknik.


Menurutnya, Untad telah memasuki babak baru dalam pengembangan institusi melalui pemanfaatan teknologi dan perubahan budaya akademik.


"Kalau awal Untad terbentuk, Rektor pertama Prof. Dr. Mattulada disebut founding father atau bapak pendiri. Di Fakultas Teknik, anak-anak teknik memberikan panggilan kepada saya sebagai Rektor Transformasi Digital.


Artinya, Untad yang dahulu terbentuk pada era konvensional kini memasuki era transformasi digital," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi, melainkan perubahan pola pikir (mindset), budaya kerja (culture set), sistem pembelajaran, dan tata kelola universitas.


"Di era transformasi ini, Untad secara akademik harus memiliki mindset dan culture set yang penuh transformasi. Sebab, Untad merupakan perguruan tinggi yang menghasilkan pola pikir intelektual untuk kemajuan bangsa di era perubahan," katanya.


Semangat tersebut sejalan dengan tema Dies Natalis ke-45 Untad tahun 2026, yakni KITA: Kolaborasi, Inovasi, Transformasi, dan Adaptasi.


Empat prinsip tersebut menjadi arah pengembangan universitas dalam memperkuat kemitraan, menghasilkan inovasi, membenahi kelembagaan, dan menghadapi perubahan global.


Pilrek 2027-2031 Melanjutkan Agenda Transformasi


Kembalinya Prof. Amar dalam kontestasi Pilrek Untad periode 2027–2031 membuka ruang untuk melanjutkan pembahasan mengenai arah masa depan universitas.


Akreditasi Unggul, prestasi mahasiswa, pengakuan internasional program studi, pengembangan pendidikan profesi, serta kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri menjadi bagian dari capaian yang telah dibangun selama periode pertama.


Namun, tantangan ke depan masih besar. Peningkatan kualitas lulusan, produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, inovasi teknologi, dan kontribusi terhadap pembangunan daerah membutuhkan konsistensi serta kolaborasi seluruh unsur kampus.


Bagi Prof. Amar, perjalanan menuju universitas berdaya saing global harus dibangun melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan.


Dari Palu, Untad membawa harapan besar bagi kemajuan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia. Melalui transformasi digital, penguatan akademik, dan jejaring internasional, universitas ini berupaya memperluas kontribusinya dalam perkembangan ilmu pengetahuan.


Pendaftaran Prof. Amar sebagai bakal calon Rektor periode 2027–2031 menjadi awal dari proses kontestasi kepemimpinan berikutnya. Kelanjutan agenda transformasi yang ditawarkannya akan menjadi bagian dari proses pemilihan yang ditentukan melalui mekanisme Pilrek Untad.


Sebab, membangun universitas bukan hanya tentang capaian selama masa jabatan, tetapi juga tentang menyiapkan fondasi bagi masa depan agar Untad semakin maju, berdaya saing, dan mampu mengambil tempat di pentas dunia.

×
Berita Terbaru Update