PALU, ALASANNEWS.COM – Kerusakan alat Computed Tomography Scan (CT Scan) milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu menjadi persoalan serius bagi pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah. Fasilitas diagnostik yang sangat dibutuhkan pasien tersebut hingga kini belum dapat difungsikan akibat mengalami kerusakan berat.
Keluhan pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT Scan pun tidak terhindarkan. Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat pemeriksaan CT Scan memiliki peran penting dalam membantu dokter mendiagnosis berbagai penyakit dan menentukan tindakan medis terhadap pasien.
Namun, manajemen RSUD Undata ternyata tidak tinggal diam. Direktur Utama RSUD Undata, dr. Jumriani, terus berupaya mencari jalan keluar agar fasilitas tersebut kembali beroperasi.
Kepada media ini, Kamis (5/11/2026), Jumriani mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit telah berulang kali melakukan upaya negosiasi untuk memperbaiki alat CT Scan tersebut.
Sayangnya, upaya itu terbentur persoalan anggaran. Berdasarkan hasil negosiasi, biaya perbaikan diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Nilai yang tidak sedikit itu membuat manajemen rumah sakit harus mempertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan perbaikan.
Alat CT Scan tersebut diketahui telah tersedia sejak 2023 dan selama ini digunakan untuk menunjang pelayanan pemeriksaan pasien. Menurut Jumriani, kerusakan diduga berkaitan dengan tingginya intensitas penggunaan atau overload yang sulit dihindari dalam operasional pelayanan rumah sakit.
Di tengah persoalan tersebut, pihak RSUD Undata juga telah mengusulkan penambahan unit CT Scan sebagai solusi jangka panjang untuk menjawab kebutuhan pemeriksaan pasien.
Mengingat saat ini sudah memasuki penghujung tahun anggaran, salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO) dengan melibatkan sedikitnya dua perusahaan.
Skema tersebut diharapkan menjadi alternatif untuk menghadirkan fasilitas CT Scan tanpa harus sepenuhnya membebani kemampuan keuangan rumah sakit dalam waktu singkat.
Langkah yang ditempuh Jumriani menunjukkan bahwa persoalan kerusakan alat kesehatan tidak cukup diselesaikan hanya dengan mencari teknisi dan melakukan perbaikan. Dibutuhkan dukungan pembiayaan, perencanaan pengadaan, serta kebijakan pemerintah daerah agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal.
Kini, harapan masyarakat tertuju pada keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung kebutuhan fasilitas kesehatan tersebut.
Jargon Berani Sehat yang digaungkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar hadir melalui dukungan nyata terhadap penguatan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk penyediaan CT Scan di RSUD Undata Palu.
Sebab, bagi pasien yang membutuhkan pemeriksaan medis segera, keberadaan CT Scan bukan sekadar persoalan alat canggih, melainkan menyangkut kepastian pelayanan, kecepatan diagnosis, dan harapan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Jangan sampai semangat Berani Sehat terhambat oleh keterbatasan fasilitas.


