Oleh: Elkana Lengkong
Redaktur Eksekutif
ALASANNEWS, PARIMO — Upaya menjaga kelancaran nadi perekonomian masyarakat melalui preservasi Jalan Trans Sulawesi pada ruas Tolai–Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menunjukkan perkembangan positif. Hingga awal November 2026, progres fisik proyek jalan nasional tersebut telah mencapai 92,31 persen, melampaui target dari rencana sebesar 87,93 persen.
Capaian tersebut mencerminkan percepatan pelaksanaan pekerjaan yang berjalan sesuai tahapan. Bahkan, output pelebaran jalan sepanjang 19,11 kilometer telah diselesaikan, sementara pekerjaan pengaspalan terus dilaksanakan pada sejumlah bagian ruas jalan menjelang berakhirnya masa kontrak pada 31 Desember 2026.
Keberhasilan mencapai progres di atas target tidak terlepas dari koordinasi penyedia jasa serta pengawasan intensif Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sulawesi Tengah, LM Hidayat, ST, MT. Pengawasan dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis dan standar mutu konstruksi yang telah ditetapkan.
PPK PJN Wilayah II Sulawesi Tengah, LM Hidayat, mengatakan pelaksanaan pekerjaan terus berjalan sesuai jadwal dan ketentuan kontrak. Saat ini, sejumlah bagian ruas jalan telah memasuki tahapan pengaspalan.
"Saat ini tahapan proses pekerjaan mencapai realisasi 92,31 persen dari rencana 87,93 persen. Output pelebaran jalan sepanjang 19,11 kilometer telah diselesaikan..Kami sudah melakukan proses pengaspalan. Insyaallah, paket proyek ini selesai sesuai masa kontrak pada 31 Desember 2026," ujar LM Hidayat ST, MT kepada ALASANNEWS melalui WhatsApp, Senin (2/11/2026).
Menurut Hidayat, capaian progres yang melampaui target merupakan hasil dari pengaturan pekerjaan, koordinasi, serta pelaksanaan kegiatan secara terukur oleh penyedia jasa di lapangan.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja kontraktor yang dinilai mampu menjaga ritme pelaksanaan pekerjaan sehingga realisasi fisik dapat berada di atas target perencanaan.
"Kami mengapresiasi kinerja kontraktor di lapangan yang sejauh ini berjalan maksimal dan terorganisir, serta mampu mewujudkan pekerjaan berkualitas sesuai spesifikasi standar," katanya.
Meski progres fisik telah melampaui target, Hidayat menegaskan bahwa pengawasan tetap menjadi prioritas hingga seluruh pekerjaan dinyatakan selesai. Percepatan pelaksanaan tidak boleh mengurangi kualitas konstruksi yang dihasilkan.
Pengawasan secara berkala terutama diarahkan pada pekerjaan pengaspalan dan struktur jalan. Hal ini penting untuk memastikan seluruh tahapan konstruksi memenuhi standar teknis, sehingga infrastruktur yang dibangun memiliki kualitas dan daya tahan sesuai perencanaan.
Ruas Tolai–Sausu merupakan bagian dari jaringan Jalan Trans Sulawesi yang memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang. Jalur ini juga menjadi akses penghubung antarkawasan di Sulawesi Tengah, khususnya dalam menunjang aktivitas perdagangan, pertanian, serta berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Dengan kondisi jalan yang semakin mantap, waktu tempuh dan kelancaran perjalanan masyarakat diharapkan semakin baik. Infrastruktur tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap konektivitas wilayah dan distribusi hasil produksi masyarakat.
Paket preservasi jalan nasional Tolai–Sausu merupakan salah satu pekerjaan infrastruktur pada Tahun Anggaran 2025/2026 yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar **Rp112.698.672.374,59**.
Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Bina Kaili yang bekerja sama dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Putra Nagroe Aceh.
Dengan progres mencapai 92,31 persen, penyedia jasa terus melanjutkan sisa pekerjaan untuk memenuhi seluruh target fisik sebelum berakhirnya masa kontrak.
Jajaran pelaksana jalan nasional juga memastikan pengawasan tetap berjalan agar penyelesaian proyek tidak hanya memenuhi ketepatan waktu, tetapi juga menjamin kualitas hasil pekerjaan.
Pada akhirnya, keberhasilan preservasi ruas Tolai–Sausu diharapkan tidak sekadar menghadirkan jalan yang kembali mulus, tetapi juga memperkuat konektivitas dan membuka kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebab, jalan yang mantap merupakan salah satu infrastruktur penting dalam menggerakkan perekonomian serta mendukung pertumbuhan wilayah Kabupaten Parigi Moutong dan Sulawesi Tengah.
:


