ALASANnews, TOLITOLI,-- Asosiasi penambang rakyat Indonesia (APRI) Tolitoli Sulawesi Tengah mengapresiasi kinerja Pemda dengan sudah mengusulkan wilayah pertambangan rakyat (WPR).
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPC APRI Tolitoli, Suardi didampingi bidang hukum Arifai Mappadulle SH, dalam keterangannya kepada media, Selasa (14/12).
Menurutnya, pernyataan yang disampaikan Kabag Tapem, Hasdono saat diberi kesempatan pada agenda Rapat dengar pendapat (RDP), warga masyarakat dan DPRD Tolitoli.
RDP yang dihadiri anggota DPRD, Saleh Kani dan Nyoman dihadiri pula KUPT gunung Dako, Camat Lampasio, kades Oyom dan pengurus APRI.
Aksi masyarakat Oyom, kecamatan Lampasio diterima anggota dewan dan langsung dilakukan RDP.
Kepada Pemda Armin Djaru yang menjadi korlap aksi menyatakan, tiga point' utama tuntutan warga.
Salah satu point' itu adalah permintaan ada wilayah pertambangan untuk rakyat atau WPR.
Jawaban Pemda bahwa sudah mengusulkan WPR ke Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah, bagi warga dan Apri sudah sangat melegakan hati, jelas Suardi.
APRI kata Suardi, selalu bergerak bersama warga dalam hal memperjuangkan hak-hak mereka sebagai warga negara.
Walapun WPR itu baru usulan, Pemda telah menunjukkan kinerja dan kepedulian kepada warganya yang adaas pandemi ini kesulitan lapangan Pekerjaan, pungkas Suardi.
"Usulan ini akan kami kawal. Dan akan dikoordinasikan ke DPW APRI sampai ke DPP Apri di Jakarta, tutupnya.



