Tolitoli (Sulteng) -- Mengejutkan, di tengah kelangkaan minyak goreng, di tolitoli Sulawesi Tengah ternyata satu perusahaan memiliki stok sampai 26 Ton.
Dalam kasus ini atau temuan ini, polisi harus berani menetapkan bahwa perushaan terindikasi melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok (minyak goreng) itu.
Namun sampai berita ini tatang (16/3), Kapolres Tolitoli, AKBP Ridwan Raja Dewa memimpin langsung penemuan 2300 Dos Minyak Goreng dalam kemasan yang disimpan disebuah gudang milik perusahaan swasta, belum merilis kesimpulannya.
Kabag Humas Polres Tolitoli AKP Antarin Tolah yang dikonfirmasi lewat saluran WhatsApp hanya mengatakan kalau polisi sedang melakukan penyelidikan.
"Masih dalam proses pengembangan, blm ada indikasi yg bisa di persangkakan, " jelas Kabag Humas Polres Tolitoli.
Sperti diketahui, Minyak Goreng dalam kemasan yang disimpan dalam Gudang Milik CV Sinar Bahagia yang terletak dijalan Radio Dalam Kelurahan Baru Kecamatan Baolan Kota Tolitoli oleh polisi telah di Police Line.
Kapolres Tolitoli AKBP Ridwan Raja Dewa yang datang ke gudang tersebut di damping kasat Reskrim Tolitoli Iptu Rijal mengatakan pihak kepolisian baru mendalami terkait keberadaan Minyak Goreng tersebut apalah masuk dalam kategori penimbunan ataukah tidak.
Hasil pantauan di tiga pasar dalam kota Tolitoli, ada indikasi minyak ditimbun dan dimunculkan di pasar dalam kemasan lain (pakai botol air mineral).
Seorang ibu di pasar Bumi Harapan mengaku mendapat minyak goreng sebuah tokoh, tapi kemudian mengebor minyak dalam kemasan (dipindahkan ke botol air mineral) dengan harga Rp 17.000 per botol.
Polisi harus jeli atas permainan ini, karena di pasar minyak rata-rata menggunakan kemasan botol air mineral. si


