Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nasib Mantan Pejuang GAM yang Tak Tersentuh Perhatian Pemerintah Aceh

| 13:40 WIB | 0 Views Last Updated 2022-05-31T06:40:02Z



Aceh Timur, alasannews.— Kini seorang mantan kombatan GAM didama pulo dua Kecamatan Darul Aman Kabupaten Aceh Timur, kini hidupnya sangat miskin dan luput dari pemerintah Aceh serta pandangan petingginya GAM. Selasa 31/5/2022.

M. Jamil atau yang akrap disapa dalam masa komflik jamin udep mate, diceritakan kepada sejumlah awak media, bahwa dirinya merasa sangat tidak diperdulikan lagi setelah perdamaian aceh dan RI.

Saat ini, ia tinggal bersama istrinya di gubuk reyot atau rumah tidak layak huni yang berukuran 4 kali 5 meter, dari ukuran rumah yang sangat sempit itu, ia membilah atau menyekat untuk tempat tidur dan dapur seadanya

Saat ada kedatangan tamu, ia mengatakan cukup malu karna tidak ada tempat duduk untuk tamu tersebut, ia mengungkapkan kekecewaan kepada sejumlah rekan seperjuangannya yang kini tidak memperdulikan kesejahteraan terhadap warga miskin yang ada di aceh, bahkan tehadap dirinya selaku kombatan GAM, yang diketahui orang yang mempejuangkan kemerdekaan masa itu.
“saya selaku mantan kombatan cukup malu dengan aceh sekarang bang, orang miskin dimana-mana, dan itu luput dari perhatian Pemerintah Aceh bahkan petinggi GAM tersebut untuk diri saya selaku orang perjuangan, jangan kan mendapatkan pekerjaan, untuk bantuan untuk tempat tinggal yang layakpun tidak ada,” ujar Jamil sambil berkata megeluwarkan berlinagan air matanya.

Jamil berharap kepada pemerintah aceh untuk dapat membatu hidupnya, karna ia tidak bisa lagi bekerja keras, karena kaki sebelah kiri masih memakai besi akibat kena peluru masa konfik, hingga kini, besi tesebut belum dapat dikeluwarkan dari kakinya karna tidak ada uang
saya sangat berharap kepada pemerintah aceh agar sudi kiranya melihat saya, membantu kami warga miskin ini ” harapnya.

Muhammad nur selaku Kechik gampong dama pulo dua, membenarkan ucapan M jamil bahwa selama M jamil menempati didesa dama pulo 2 tersebut, belum pernah ada bantuan dari pihak manapun, kecuali BLT DD.
“untuk kali ini kami dari pemerintah desa tidak dapat berbuat apa-apa, karena program pembangunan atau untuk dana rumah rehap tidak bisa disalurkan lagi, karna program pembangunan sudah diganti dengan program kemakmuran rakyat, diantaranya 40 persen untuk BLT atau bantuan langsung tunai, 20 persen untuk pangan masyarakat, 8 persen dana covid, semetara 32 persen, disitu untuk gaji perangkat desa, PHBI, PHBN, ATK, dan sebagainya,” tutup Keuchik M.Nur"(Zainal).
×
Berita Terbaru Update