ALASAN, Tolitoli. --
Bambuan salah satu Jalan Trans Sulawesi sepanjang tahun jadi masalah.
Pasalnya, titik Jalan sepanjang 1 KM itu lebih itu, menjadi titik paling rawan banjir yang sudah menelan korban dan kerugian bagi penggunaan Jalan.
Antara Juli-Agustus titik Jalan ini telah beberapa kali musibah kendaraan tergelincir di badan Jalan ini.
Bahkan untuk memastikan Keamanan Pengguna Jalan, Polsek Lampasio Terus Lakukan Patroli di Lokasi Banjir Dusun Bambuan
Banjir kembali terjadi di ruas jalan poros trans Sulawesi di Dusun Bambuan Desa Ogomatanang Kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli Sulawesi Tengah menjadi perhatian khusus Kapolsek Lampasio, Ipda Ramto Lapolaka.
Personil Polsek Lampasio yang di pimpin Kapolsek Lampasio Ipda Ramto Lapolaka langsung menerjunkan anggotanya untuk berpatroli di lokasi tersebut
(Minggu, 31/07/22)
Menurutnya, patroli mulai digelar sejak mulai terjadi banjir, yakni pada Jumat 29 Juli 2022
“3 hari patroli, karena sejak hari Jumat lalu dibeberapa titik banjir kita dianggap rawan. Mengingat wilayahnya adalah arus masuk kendaraan dari luar Kabupaten Tolitoli, Palu dan Gorontalo,”ungkap Kapolsek Lampasio
keadaan di Jalan Trans Sulawesi Dusun Bambuan Kec. Lampasio Kab. Tolitoli saai ini sudah mulai surut di lokasi sepanjang 3 KM dengan ketinggian saat ini berpariasi dari 10 cm s/d 70 Cm atau setinggi pinggang orng dewasa
Akibat luapan air tersebut menyebabkan kemacetan panjang terjadi di jalan trans Sulawesi tepatnya di tanjung kulon Desa Lampasio Kec. Lampasio Kab. Tolitoli yang dari arah Kota Tolitoli menuju Palu sedangkan dari sebaliknya terjadi kemacetan panjang di dusun batuan Desa Ogomatanang Kec. Lampasio Kab. Tolitoli.
Bahwa banyak pengendara yang mencoba menerobos genangan air tersebut baik roda dua, roda empat dan roda enam namun ada beberapa pengendara terbawa arus dan terperosok ke luar jalan baik roda 2 dua maupun roda empat menyebabkan kerusakan kendaraan dan beberapa kendaraan juga yang berhasil lolos melewati genangan air tersebut yang di pandu oleh masyarakat setempat dan juga banyak pengendara yang memilih tidur di kendaraan meraka sambil menunggu air surut serta banyak pengendara yang memilih untuk putar balik membatalkan perjalan.
Banjir tersebut merupakan luapan air sungai yang berada di tepi jalan trans Sulawesi dan juga merupakan banjir kiriman dari Kec. Basi Dondo Kab. Tolitoli yang mana di dusun Bambuan terdapat pertemuan sungai dari Kecamatan Basi Dondo dan Kecamatan Lampasio yang di lokasi tersebut juga sering munculnya buaya sehingga Polsek Lampasio melakukan himbauan terhadap masyarakat dan pengendara agar berhati-hati untuk menjaga hal-hal yang tidak di inginkan terjadi
#PolisiLampasio
#BanjirBambuan




