ALASANnews.com, TOLITOLI — Suasana di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, terasa berbeda pada Jumat (3/10/2025). Jalan-jalan utama dipadati aparat kepolisian yang mengatur lalu lintas, sementara masyarakat berbondong-bondong menyambut kedatangan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, dalam kunjungan kerjanya yang pertama sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Didampingi Wakil Gubernur dr. Reny Arniwaty Lamadjido, Anwar Hafid membawa agenda besar: menyelaraskan program pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dengan program pembangunan di Kabupaten Tolitoli. Pertemuan resmi akan berlangsung dalam rapat kerja daerah (rakerda) di Hotel Mitra Utama.
Di hadapan jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, Anwar memperkenalkan program unggulannya yang disebut “9 BERANI.” Sembilan pilar tersebut terdiri dari: BERANI Cerdas, BERANI Sehat, BERANI Lancar, BERANI Menyala, BERANI Berkah, BERANI Makmur, BERANI Harmoni, BERANI Sejahtera, dan BERANI Berintegritas.
Program ini, menurut Anwar, bukan sekadar slogan politik. Ia menggambarkannya sebagai cetak biru pembangunan jangka panjang yang menekankan pada peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur transportasi, energi, ekonomi, hingga tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“Sulawesi Tengah membutuhkan keberanian untuk berubah dan melompat lebih jauh. ‘9 BERANI’ adalah komitmen moral dan politik kami untuk memastikan rakyat merasakan pembangunan secara nyata,” ujar Anwar Hafid dalam pernyataan singkatnya.
Kunjungan ke Tolitoli juga dipandang penting karena wilayah ini dianggap sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di bagian utara Sulawesi Tengah. Dengan akses pelabuhan dan sektor pertanian yang kuat, Tolitoli dinilai berpotensi menjadi simpul logistik sekaligus lumbung pangan yang menopang ekonomi provinsi.
Selain agenda pemerintahan, Anwar Hafid bersama rombongan dijadwalkan menghadiri Maulid Akbar di Taman Kota Gaukan Muhammad Bantilan pada Jumat malam. Acara keagamaan ini diperkirakan akan dihadiri ribuan warga, menjadi momen simbolik yang menguatkan hubungan emosional antara pemimpin dan masyarakatnya.
Bagi sebagian warga, kedatangan Anwar Hafid membawa harapan baru. “Kami ingin ada perubahan nyata, khususnya di bidang pendidikan dan lapangan kerja. Semoga program ‘9 BERANI’ bukan hanya janji, tapi betul-betul terealisasi,” kata Rahmawati, seorang guru sekolah menengah di Tolitoli.
Meski penuh optimisme, tantangan besar tetap menanti. Sulawesi Tengah menghadapi masalah ketimpangan pembangunan antara pesisir dan pedalaman, serta keterbatasan infrastruktur dasar di sejumlah daerah terpencil. Para pengamat menilai implementasi program “9 BERANI” akan sangat bergantung pada. kemampuan pemerintah provinsi. mengonsolidasikan anggaran dan koordinasi lintas daerah.
Namun bagi Anwar Hafid, kunjungan ke Tolitoli ini hanyalah permulaan. Dengan gaya kepemimpinan yang dikenal komunikatif dan terbuka, ia tampak berusaha mengirim pesan jelas: pembangunan Sulawesi Tengah membutuhkan keberanian, dan langkah itu dimulai dari sini.wahyu



