Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kilas Balik Gagasan Jalan TOL Tambu - Kasimbar, Menekan Disparitas Pertumbuhan dan Meningkatkan Daya Saing

| 06:43 WIB | 0 Views Last Updated 2025-10-15T23:43:45Z

 


Oleh Hasanuddin Atjo,  

Pemprov  Sulteng  saat rapat Koordinasi para  Gubernur se Sulawesi bersama Bappenas di Manado ( 2019) menggagas   membangun jalan "Tol Tambu  Kasimbar", menghubungkan  Selat Makassar pada ( ALKI II)  dengan Teluk Tomini pada (ALKI III). 


Sejumlah alasan mendasari gagasan tersebut  antara lain kontribusi dari wilayah timur ( Sulawesi, Maluku, Papua) terhadap  pembentukan PDB (produk domestik bruto) pada saat itu tidak lebih dari 10 %,  dengan laju pertumbuhan yang rendah. 


Selain itu,  konsekwensi dari negara Kepulauan seperti Ibdonesia adalah  mahalnya ongkos logistik, distribusikan barang dan komoditi  dari wilayah Timur ke Barat dan sebaliknya, yang kemudian berdampak  pada  hambatan peningkatan daya saing.


Berdasarkan data yang ada,  ongkos logistik mengangkut barang maupun komoditi dari wilayah Timur ke Barat dan sebaliknya  mencapai  37, 5 %  terhadap harga barang atau komoditi. Sementara itu pada   Negara Asean lainnya ongkos logistik berada dibawah 20 %.


Salah satu program prioritas Presiden  Prabowo Subianto lima tahun kedepan  adalah swasembada dan ketahanan pangan. Dan untuk mencapai  target itu maka wilayah timur 

duarahkan menjadi tulang punggungnya. 


Pulau Jawa dengan penduduk 

tahun 2024 sebanyak 157 juta jiwa atau lebih 50 % dari total penduduk Indonesia sebesar

287 juta jiwa  (BPS, 2024) merupakan pasar potensial sejumlah komoditi terutama pangan yang berasal dari timur. 


Selain itu pulau Jawa adalah  pusat hilirisasi dari sejumlah  komoditi karena didukung ketersediaan tenaga kerja dan  infrastruktur ditambah dengan kebijakan menunjuk wilayah Timur sebagai pusat produksi  pangan yang baru. 


Kalimantan juga merupakan pasar yang potensial. Pulau ini  memiliki penduduk 23,5 juta jiwa dengan penghasilan utama Batubara. Sekitar 24 %  merupakan wilayah  Malaysia (Sabah, dan Serawak) dan 1 %  Brunei Darusalam 


Karenanya  gagasan bangun  infrastruktur darat (jalan Tol) Tambu - Kasimbar kemudian diintegrasikan dengan moda transportasi laut tentunya  makin relevan direalisasikan memenuhi tuntutan maupun kebutuhan  


Akan terjadi efisiensi dalam transportasi bila gagasan itu direalisasikan. Komoditi dari Timur (Sulawesi, Maluku dan Papua) yang duangkut cargo laut tidak perlu lagi harus berputar di sebelah Utara atau Selatan Pulau Sulawesi apabila menuju pulau Jawa  dan Kalimantan. 


Ilustrasinya bahwa kargo laut (Fery) berlayar menuju Teluk Tomimi (Pelabuhan laut di Kasimbar, Parigi Moutong).  kemudian truck pengangkut melintasi jalan Tol Tambu Kasimbar sepanjang 28 km dan tiba  di selat Makassar (Pelabuhan Tambu Donggala) sekitar 60 menit kemudian,  untuk seterusnya berlayar ke Jawa atau Kalimantan.  


Selanjutnya progran 9 Berani Gubernur Sulteng, Anwar Hafid dinilai relevan untuk merealisasikan gagasan itu,   terutama mewujudkan Berani lancar, panen raya, tangkap banyak dan Berani sejahtera. 


Terakhir bahwa Integrasi Tol darat Tambu-Kasimbar dan   moda transportasi laut tentu menjadi kebutuhan Nasional khususnya swasembada dan ketahanan pangan.  Karena itu  nantinya diharap projek ini menjadi  salah satu  PSN (projek strategis nasional).elle.***

×
Berita Terbaru Update