ALASANNEWS.COM, Palu – Wakil Ketua DPRD Kota Palu yang juga Ketua DPD Partai Golkar Palu, Muhlis U Aca, S.Sos, menggelar reses hari kedua dengan menjamu warga di kediamannya yang berlokasi di Jalan Keramik, Kota Palu, Kamis sore (5/2).
Kegiatan reses tersebut dihadiri puluhan konstituen dari berbagai latar belakang masyarakat. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, menjadi ruang dialog langsung antara wakil rakyat dan warga yang ingin menyampaikan aspirasi secara terbuka.
Dalam sambutannya, Muhlis U Aca menyampaikan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini mengalami perubahan yang cukup drastis. Hal tersebut dipicu oleh kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat, sehingga berdampak langsung pada kemampuan fiskal daerah.
Ia menjelaskan, banyak aspirasi masyarakat yang sebelumnya telah diusulkan dan masuk dalam program dewan, namun belum dapat direalisasikan sepenuhnya. Minimnya ketersediaan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam mengeksekusi sejumlah program prioritas.
Untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat, reses tersebut turut dihadiri tiga organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Sosial, dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu.
Muhlis U Aca secara langsung meminta perwakilan dari masing-masing dinas untuk memaparkan program kerja mereka di hadapan peserta reses. Langkah ini dilakukan agar masyarakat mengetahui secara jelas kondisi riil pemerintahan serta keterbatasan yang dihadapi saat ini.
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai aspirasi yang diharapkan dapat diprogramkan pada tahun anggaran berjalan. Salah satu usulan yang paling banyak disampaikan adalah perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai sudah tidak layak dan membahayakan pengguna.
Selain itu, warga juga meminta penambahan lampu penerangan jalan di sejumlah titik rawan. Penerangan dinilai penting untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas serta menekan potensi tindak kriminal pada malam hari.
Menanggapi aspirasi tersebut, Muhlis U Aca bersama dinas terkait menyatakan komitmennya untuk tetap mengupayakan seluruh keinginan masyarakat agar dapat masuk dalam program pemerintah. Meski demikian, ia menegaskan bahwa realisasi tidak bisa sepenuhnya dilakukan sekaligus, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah yang ada. @gus


