ALASANNEWS, (Palu) – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) semakin mengukuhkan posisinya harmoni Tadulako toleransi beragama di Indonesia.
Memasuki tahun kedua masa kepemimpinan Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. bersama Wakil Gubernur dr. Renny A. Lamadjido, Bumi Tadulako ingin menjadi panggung besar bagi persatuan bangsa melalui berbagai momentum religius berskala nasional.
Setelah kekhidmatan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah dan kesyahduan Hari Raya Nyepi tahun Sakq 1948, Sulawesi Tengah kini bersiap menyongsong agenda besar lainnya. Kota Palu dan Kabupaten Sigi resmi ditunjuk sebagai pusat lokasi perayaan Paskah Nasional 2026 yang akan berlangsung pada 24–26 April 2026.
Dukungan Penuh Sang Gubernur: "Pemda Siap Backup Full"
Menanggapi penunjukan strategis ini, Gubernur Anwar Hafid menyatakan komitmen demi kesuksesan acara tersebut. Melalui pesan singkat, Gubernur mengungkapkan bahwa koordinasi tingkat nasional telah dilakukan untuk memastikan Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah yang representatif.
"Ya, saya telah diundang ke Jakarta terkait acara Paskah Nasional tahun 2026 ini. Saya tegaskan bahwa Pemerintah Daerah siap backup penuh untuk kesuksesan acara tersebut 24-26 April nanti," ujar Gubernur Anwar Hafid kepada Alasannews, Jumat (27/3/26).
Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata kepemimpinan yang inklusif, di mana untuk tercipta persatuan dan kesatuan mendapat ruang dan dukungan yang sama untuk merayakan hari besarnya. Hal ini sekaligus memperkuat Fondasi Harmoni Tadulako, sebuah gagasan tentang toleransi yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
Ivent Nasional dengan Estimasi 20 Ribu Peserta
Ketua Umum Panitia Paskah Nasional 2026, yang juga merupakan Sekretaris Umum Bala Keselamatan (BK) Letkol Dr. Alberth D. Sarimin, mengonfirmasi bahwa perhelatan yang diinisiasi oleh Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) ini bukan sekadar pertemuan biasa. Diperkirakan sekitar 20.000 jemaat dan peserta dari berbagai pelosok Indonesia akan memadati Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
"Momentum ini bukan sekadar perayaan rutin, tetapi merupakan penegasan panggilan gereja untuk menghadirkan keadilan dan perdamaian di tengah masyarakat," tutur Letkol Alberth.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Yansen Pongi, yang dipercaya menjabat sebagai Ketua Pelaksana Harian, menyatakan bahwa persiapan teknis telah digulirkan sejak akhir tahun 2025. Bagi Samuel, penunjukan Sigi dan Palu adalah sebuah amanah besar yang membanggakan.
"Kami memohon dukungan doa dari seluruh lapisan masyarakat agar persiapan hingga pelaksanaan berjalan lancar. Harapannya, Paskah Nasional ini membawa berkat kedamaian bagi daerah kita tercinta," ungkap Samuel Pongi.
Rangkaian Acara dan Kehadiran Pejabat Negara
Paskah Nasional 2026 diprediksi akan menjadi magnet perhatian nasional karena dijadwalkan dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet. Rangkaian acara dirancang menyentuh seluruh lapisan generasi, mulai dari Paskah Sekolah Minggu, Remaja, Pemuda, hingga puncak Paskah Oikumene yang akan dipusatkan di Mako Brimob, Kabupaten Sigi, pada 26 April 2026.
Dampak Ekonomi: Dongkrak UMKM dan Pariwisata
Selain dimensi spiritual dan penguatan kerukunan, Gubernur Anwar Hafid melihat ivent ini sebagai peluang emas bagi pemulihan dan percepatan ekonomi daerah. Kehadiran puluhan ribu peserta dipastikan akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara signifikan.
Sektor perhotelan, jasa transportasi, serta kuliner diprediksi akan mengalami lonjakan permintaan. Tak hanya itu, Gubernur menekankan pentingnya keterlibatan sektor UMKM dalam mempromosikan produk-produk khas Sulawesi Tengah kepada para tamu nasional.
Dengan kesiapan yang matang dan kepemimpinan yang visioner, Paskah Nasional 2026 di Sulawesi Tengah diharapkan menjadi tonggak sejarah baru: sebuah bukti bahwa di bawah naungan harmoni, keberagaman adalah kekuatan utama untuk membangun daerah yang maju dan damai. ***


