Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Program "9 Berani" Jadi Solusi Jitu: Angka Kemiskinan Sulawesi Tengah Turun Signifikan ke 10,52 Persen

| 09:30 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-26T02:30:15Z

 


  • Ilustrasi rumah warga miskin di Indonesia. (Ist).l/antara

Tulisan: Elkana Lengkong

ALASANNEWS (Palu) – Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatatkan progres menggembirakan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Berdasarkan rilis terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Bumi Tadulako menunjukkan tren penurunan yang konsisten, di mana pada Desember 2025, jumlah penduduk miskin tercatat sebesar 10,52 persen.


Keberhasilan ini disebut-sebut sebagai buah manis dari implementasi program strategis "9 Berani" yang diusung oleh Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Anwar Hafid, M.Si.


Tren Penurunan yang Konsisten

Data BPS menunjukkan bahwa per Desember 2025, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah berada di angka 345,38 ribu jiwa. Jika dibandingkan dengan periode Maret 2025, terjadi penurunan sebanyak 10,81 ribu jiwa atau 10,52 Persen. Angka ini juga jauh lebih rendah dibandingkan capaian September 2024 yang sempat menyentuh angka 358,33 ribu jiwa.


Penurunan persentase menjadi 10,52 persen ini menandai keberlanjutan tren positif selama delapan semester terakhir secara berturut-turut. Hal ini mengindikasikan bahwa kebijakan intervensi ekonomi yang dijalankan pemerintah daerah berjalan efektif dan tepat sasaran.


Strategi "9 Berani" sebagai Senjata Utama


Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, menegaskan bahwa pencapaian ini bukanlah kebetulan. Ia menyebut visi "9 Berani" sebagai "solusi jitu" untuk memutus rantai kemiskinan secara struktural melalui penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).


"Sembilan program Berani adalah langkah solusi jitu untuk meminimalisir angka kemiskinan. Fokus utama kami adalah pada pilar 'Berani Sehat' dan 'Berani Cerdas' sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat," ujar Anwar Hafid melalui pesan singkat pada Rabu (25/3/2026).


Dua pilar utama yang menjadi motor penggerak perubahan tersebut adalah:


Berani Cerdas: Program ini memberikan akses pendidikan gratis untuk jenjang SMA/SMK/SLB serta beasiswa hingga jenjang pascasarjana (S2 dan S3). Dengan misi "Satu Rumah Satu Sarjana", program ini telah menjangkau lebih dari 18.000 anak di Sulawesi Tengah, memastikan faktor biaya tidak lagi menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi


Berani Sehat: Sebuah terobosan layanan kesehatan gratis yang cukup diakses dengan modal KTP. Program ini bertujuan mencapai Universal Health Coverage (UHC), di mana warga yang kurang mampu atau memiliki tunggakan BPJS tetap mendapatkan hak perawatan medis yang ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.


Senada dengan hal tersebut, Guru Besar Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof. Dr. Slamet Riadi Cante, M.Si, memberikan apresiasi atas kebermanfaatan program ini. "Untuk sementara, program 9 Berani, terlebih program Berani Sehat dan Berani Cerdas, terbukti cukup bermanfaat terutama bagi masyarakat yang tergolong kurang mampu," ungkapnya kepada Alasannews belum lama ini.


Bedah Data: Disparitas Kota dan Desa


Meskipun secara akumulatif menurun, BPS mencatat adanya perbedaan sebaran kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Per September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan berkurang 5.080 jiwa menjadi 71.840 jiwa. Namun, tantangan besar masih berada di wilayah perdesaan yang mencatatkan angka 273,53 ribu jiwa.


Penghitungan ini mengacu pada Garis Kemiskinan (GK) Sulawesi Tengah yang berada di angka rata-rata Rp624,85 ribu per kapita per bulan. Secara spesifik, GK di perkotaan tercatat sebesar Rp579,06 ribu, sementara di perdesaan sebesar Rp563,07 ribu per kapita per bulan.


Analisis Wilayah: Donggala dan Poso Masih Tinggi


Dalam laporan detail per wilayah, Kabupaten Donggala masih menjadi daerah dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Sulawesi Tengah, mencapai 14,66 persen (45,92 ribu jiwa per Maret 2025). Disusul oleh Kabupaten Poso dengan tingkat kemiskinan 12,90 persen (36,49 ribu jiwa).


Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) secara historis tetap menjadi wilayah dengan kuantitas (jumlah total) warga miskin terbanyak. Hal ini dikarenakan basis populasi Parimo yang memang sangat besar dibandingkan kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah.


Optimisme Masa Depan


Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah optimistis bahwa dengan sinergi layanan kesehatan gratis dan penguatan akses pendidikan yang masif, angka kemiskinan akan terus ditekan hingga menyentuh satu digit di masa mendatang. Fokus pada pembangunan SDM melalui "9 Berani" diharapkan tidak hanya menurunkan angka statistik, tetapi benar-benar meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara riil dan berkelanjutan.***

×
Berita Terbaru Update