Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tutup Pangkalan Elpiji “Nakal”

| 04:42 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-16T21:43:45Z

 


  • Asisten II Gubernur Bid. Ekbang. Drs.Rudi Dewanto MM.

Palu, AlasanNews.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menutup satu pangkalan elpiji yang menjual gas bersubsidi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dalam operasi pasar yang digelar pada 9–10 Maret 2026 di Kabupaten Morowali Utara.

Operasi tersebut dipimpin Asisten II Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rudi Dewanto, atas perintah langsung Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid. Langkah ini dilakukan untuk merespons keluhan masyarakat terkait melonjaknya harga tabung gas elpiji 3 kilogram di wilayah tersebut.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian, kejaksaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), serta Pertamina turun langsung ke lapangan melakukan penertiban terhadap pengecer dan pangkalan elpiji.

Hasilnya, tim menemukan sejumlah pengecer yang menjual elpiji di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah. Selain memberikan teguran, petugas juga menyita sejumlah tabung gas untuk diamankan di Polres Morowali Utara.

Tidak hanya itu, tim juga menutup satu pangkalan elpiji di wilayah Kolonodale yang terbukti menjual tabung gas 3 kilogram dengan harga sangat tinggi, yakni mencapai Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per tabung.

“Penutupan pangkalan nakal ini merupakan bentuk ketegasan pemerintah daerah dalam menindak setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan,” ujar Rudi Dewanto saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (16/3).

Ia menegaskan, langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur agar tim bertindak tegas terhadap pelaku usaha yang memainkan harga elpiji bersubsidi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain melakukan penertiban terhadap pengecer dan pangkalan elpiji, tim juga melakukan pengecekan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Morowali Utara.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil peninjauan langsung, ketersediaan BBM di Kabupaten Morowali Utara dipastikan aman hingga sepuluh hari setelah Lebaran 2026,” jelasnya.

Sementara itu, pada Selasa pagi (17/3), Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Renny Lamadjido dijadwalkan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar di Kota Palu guna memantau harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.

Pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.az

×
Berita Terbaru Update