Oleh: Elkana Lengkong/ Redaktur Eksekutif
ALASANNEWS, (Palu)– Kemiskinan bukan sekadar deretan angka di atas kertas statistik, melainkan realitas wajah kehidupan yang sering kali tersembunyi di balik dinding-dinding kayu yang lapuk dan atap seng yang bocor.
Menyadari hal ini, Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, mengambil langkah konkret yang menyentuh langsung akar persoalan dasar masyarakat: hunian yang layak
Melalui visi besar yang terangkum dalam Program BERANI (Bersama Anwar-Reny/Rakyat Indonesia), sang Gubernur menetapkan BERANI Bedah Rumah sebagai pilar utama untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan martabat hidup warga Sulawesi Tengah.
Panggilan Hati di Balik Angka 80 Ribu
Keputusan Gubernur Anwar Hafid bukan tanpa alasan. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat sekitar 80 ribu warga Sulawesi Tengah yang masih mendiami Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Fakta ini menyentuh sisi kemanusiaan mantan Bupati Morowali dua periode tersebut.
"Sebagai Gubernur Sulteng, saya prihatin dan iba. Ternyata ada sekitar 80 ribu warga kita yang kategori miskin masih tinggal di rumah yang tidak layak. Itu adalah kenyataan yang masih kita temui di lapangan," ungkap Anwar Hafid kepada Alasannews melalui pesan singkat Kamis (23/4/2026).
Bagi Anwar Hafid, jabatan Gubernur adalah alat untuk menjawab jeritan hati rakyat. Ia menegaskan bahwa esensi kepemimpinan adalah kehadiran negara di saat rakyat merasa sulit.
"Untuk apa jadi pemimpin jika ternyata masih ada warga yang meratapi hidupnya karena kemiskinan? Ini adalah panggilan tugas saya untuk merasakan denyut nadi mereka," tegasnya.
Sinergi Menuju 2027: Membangun Harapan
Gubernur Anwar Hafid menargetkan transformasi besar pada tahun 2027. Namun, ia sadar bahwa pekerjaan besar ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Pemerintah Provinsi. Ia berencana merangkul seluruh Bupati dan Walikota se-Sulawesi Tengah untuk menyatukan langkah dalam merehab maupun membangun kembali rumah-rumah warga kurang mampu.
Program BERANI Bedah Rumah ini merupakan bagian integral dari BERANI Sejahtera, satu dari sembilan program unggulan yang dirancang untuk menciptakan kesejahteraan yang merata. Program ini melengkapi keberhasilan program sebelumnya, yakni BERANI Sehat dan BERANI Cerdas.
"Jika kita bisa mewujudkan harapan rakyat melalui kesehatan dan pendidikan gratis, maka hunian layak adalah langkah besar selanjutnya. Program ini tidak hanya memperbaiki fisik bangunan, tapi menghadirkan hunian yang sehat dan aman," jelasnya.
Lebih dari Sekadar Bangunan: Simbol Kehadiran Negara
Secara filosofis, Anwar Hafid memandang setiap rumah yang dibedah adalah simbol kembalinya kedaulatan rakyat atas hidup yang layak. Hunian yang baik adalah fondasi bagi kesehatan keluarga dan pendidikan anak-anak yang lebih baik. Dengan rumah yang layak, masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan memiliki semangat baru untuk memperbaiki taraf ekonomi mereka.
Kisah seperti Ibu Hasima, seorang warga yang tetap teguh menjalani hidup meski dalam keterbatasan hunian, menjadi motor penggerak bagi pemerintah. Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi "Ibu Hasima" lain yang harus berjuang sendirian di bawah atap yang rapuh.
Menuju Sulawesi Tengah yang Inklusif
Langkah konkret melalui Program BERANI Bedah Rumah menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam membangun daerah yang inklusif dan berkeadilan. Pengentasan kemiskinan kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih menyentuh aspek dasar kemanusiaan.
"Setiap rumah yang diperbaiki adalah jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Kami ingin memastikan masyarakat tidak lagi tinggal dalam kondisi memprihatinkan, melainkan di tempat tinggal yang mampu menunjang kehidupan yang lebih berkualitas," pungkas Anwar Hafid.
Dengan komitmen yang kuat dan sinergi antar-pemerintah daerah, Program BERANI Bedah Rumah diharapkan menjadi warisan nyata kepemimpinan Anwar Hafid dalam menghapus potret kemiskinan di Bumi Tadulako.***



