Oleh: Elkana Lengkong
ALASANNEWS, (Parimo) – Pembangunan infrastruktur nasional di Sulawesi Tengah kini tidak lagi hanya menjadi panggung bagi perusahaan kontraktor besar dari luar daerah. Tren positif keterlibatan pengusaha lokal yang profesional kian nyata terlihat, salah satunya pada proyek vital nasional: Preservasi Jalan Trans Sulawesi ruas Tolai–Sausu di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Di bawah bendera PT Bina Kaili, yang bersinergi dalam Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Putra Nagroe Aceh, proyek ini menunjukkan progres yang melampaui ekspektasi awal. Di bawah nakhoda pengusaha muda energik, Muh. Yasin Malewa, perusahaan ini membuktikan bahwa kualitas kerja putra daerah mampu bersaing di level tertinggi.
Progres Signifikan dalam Tiga Bulan
Berdasarkan data terbaru, progres fisik pekerjaan telah menyentuh angka 15,89%. Pencapaian ini tergolong sangat responsif mengingat masa kontrak baru berjalan sekitar tiga bulan, yakni sejak Februari hingga April 2026
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PJN Wilayah II, LM Hidayat, ST, MT, menyatakan kepuasannya atas ritme kerja yang ditunjukkan di lapangan. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (14/4/2026), Hidayat menjelaskan bahwa tim di lapangan telah bergerak cepat memasuki tahap krusial.
"Saat ini, pekerjaan fisik sudah mulai memasuki tahap pengaspalan di STA awal ruas efektif baru trial mix 300 meter dimulai dari arah Tolai" kata LM Hidayat ST, MT Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PJN Wilayah II kepada Alasannews Selasa (14/4/2026) lewat pesan WhatsApp
Dikatakan Ini adalah fase penting yang menunjukkan kesiapan kontraktor. Sejauh ini, tidak ada kendala berarti, baik dari sisi peralatan maupun kondisi lapangan seperti jalan berlumpur yang biasanya menghambat.
Menjaga Kualitas di Tengah Target Ketat
Proyek yang diawasi langsung oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah ini mencakup penanganan jalan sepanjang 29,11 kilometer. Dengan sumber pendanaan dari APBN Tahun Anggaran 2025/2026, nilai investasi untuk preservasi jalan ini mencapai Rp 112.698.672.374,59.
Meskipun memiliki masa kerja hingga akhir Desember 2026, PT Bina Kaili tampak enggan membuang waktu. Strategi percepatan dilakukan dengan pengorganisasian alat berat yang mumpuni serta pengerahan tenaga teknis yang kompeten di bidangnya.
LM Hidayat menilai, performa PT Bina Kaili merupakan representasi keberhasilan pengusaha lokal dalam mengelola proyek berskala besar.
"Performa mereka sangat mumpuni. Hal ini terlihat dari kesiapan peralatan berat dan serapan tenaga kerja yang sesuai standar. Ritme kerja mereka cepat, namun yang paling penting, mereka tidak mengabaikan aspek kualitas (mutu) pekerjaan," tambahnya.
Dampak Strategis bagi Konektivitas Sulawesi
Ruas jalan Tolai–Sausu merupakan urat nadi transportasi yang dapat hubungkan berbagai wilayah di Sulawesi Tengah menuju ke provinsi tetangga. Kelancaran arus barang dan jasa di jalur ini sangat bergantung pada kemantapan jalan nasional tersebut.
Dengan progres yang positif ini, masyarakat diharapkan segera merasakan manfaat dari jalan yang lebih mulus dan aman, yang pada akhirnya akan menstimulus ekonomi lokal di wilayah Parigi Moutong.
Apresiasi yang diberikan oleh pihak BPJN melalui PPK PJN Wilayah II menjadi sinyal kuat bahwa PT Bina Kaili telah berada di jalur yang tepat (on the right track). Sinergi antara pengawasan yang ketat dari pemerintah dan eksekusi profesional dari kontraktor menjadi kunci sukses tuntasnya proyek preservasi ini tepat waktu dan tepat mutu.***


