ALASANNEWS, Tolitoli – Polemik penyerapan beras petani yang tak maksimal hingga memicu keresahan di kalangan petani akhirnya mendapat perhatian serius. DPRD Kabupaten Tolitoli bergerak cepat dengan memanggil Bulog Tolitoli dalam rapat kerja yang digelar di Gedung Suwot Lipukat, Senin (20/4/2026).
Rapat tersebut menjadi forum penting untuk membedah persoalan utama: masih adanya stok beras petani yang belum terserap, di tengah kebutuhan stabilisasi pasokan pangan daerah.
Tak berhenti di ruang rapat, Wakil Ketua DPRD bersama sejumlah anggota langsung turun lapangan melakukan inspeksi ke gudang Bulog di Kelurahan Nalu Nopi pada sore harinya. Kunjungan ini turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Moh. Tang Hi Yahya.
Rombongan DPRD diterima langsung oleh Kepala Bulog Tolitoli, Hasnaz Abdeli, bersama jajaran staf dan kepala gudang. Dalam pertemuan tersebut, terungkap fakta di balik isu yang sempat viral di media sosial, khususnya Facebook, terkait beras berwarna kuning serta dugaan masuknya beras dari luar daerah.
Pihak Bulog menegaskan bahwa beras yang masuk ke gudang bukan hasil pembelian dari luar daerah yang menyingkirkan beras petani lokal. Melainkan, itu merupakan suplai dari Bulog Makassar sebagai langkah pemenuhan stok cadangan, dengan total sekitar 500 ton.
Penjelasan ini sekaligus meluruskan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat. Namun demikian, DPRD menegaskan bahwa persoalan utama tetap pada optimalisasi penyerapan beras petani lokal agar tidak merugikan petani.
Langkah cepat DPRD ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi keresahan petani. Kini, publik menanti langkah konkret Bulog dalam memastikan hasil panen petani Tolitoli benar-benar terserap secara maksimal. ***wahyu



