- Gubernur H Anwar Hafid serta Wakil Ketua Banggar DPR RI Muhidin M Said dan Bupati Rizal Intjenae saat melakukan ground breaking pengembangan ruas jalan Boladangko-Banggaiba Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Kamis (2/4/2026). (Ist)
Penulis: Elkana Lengkong
ALASANNEWS, (Sigi)– Upayah kerja keras Gubernur Sulawesi Tengah Dr H Anwar Hafid mewujudkan visinya melalui 9 program Berani jadikan wilayah Sulteng Nambaso bukanlah main-main.
Ditahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur dr Renny A Lamadido Sp.PK, M.Kes wujud nyata dari visi-misi guna kesejahteraan masyarakat mulai nyata dirasakan.
Setelah program Berani Sehat dan Berani Cerdas yang azas maanfaatnya melepaskan beban masyarakat selama ini, kini perhatian ingin wujudkan Berani Lancar yaitu membangun infrastruktur pedesaan yang merupakan nadi perekonomian sentra produksi.
Hadirnya jalan Boladangko – Banggaiba Kecamatan Kulawi Sigi dengan jarak tempuh sekitar 60 Km ini menjadi bukti bahwa program BERANI Lancar bukan sekedar slogan, melainkan langkah konkret dalam membuka isolasi wilayah guna kesejahteraan warga di Bumi Tadulako.
“Ini komitmen kami salah satu terobosan agar masyarakat bisa merasakan betul kehadiran pemerintah melalui infrastruktur berkualitas,” kata Gubernur Dr H Anwar Hafid M.Si
Gubernur Anwar Hafid didampingi Anggota Komisi XI Dapil Sulteng yang juga Wakil Ketua Banggar DPR-RI H Muhidin Said dan Bupati Sigi Rizal Intjenae secara resmi menyaksikan ground breaking (dimulainya) pekerjaan pengembangan proyek Berani Lancar pelebaran ruas jalan Boladangko–Banggaiba Kecamatan Kulawi Sigi Kamis (2/4/2026).
Dikatakan wajah infrastruktur di Kabupaten Sigi bersiap mengalami transformasi besar. Melalui bendera program BERANI Lancar, jalur yang selama ini terbatas akan disulap menjadi urat nadi ekonomi sepanjang 60 kilometer.
Proyek ini bukan hanya pengaspalan biasa. Dengan lebar mencapai 10 meter, jalan ini diproyeksikan menjadi standar baru konektivitas wilayah pedesaan di Sulawesi Tengah yang mampu menampung volume logistik lebih besar.
Langkah menarik diambil Anwar Hafid dengan menggandeng sektor swasta. Proyek raksasa ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Anugerah Lestari Power melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR). Strategi ini dinilai efektif dalam mempercepat pembangunan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada anggaran daerah.
“Alhamdulillah, melalui CSR-nya, akan dibangun jalan sepanjang 60 kilometer dengan lebar 10 meter. Ini adalah bukti nyata sinergi pemerintah dan swasta untuk rakyat,” ujar Anwar Hafid di sela peresmian yang dipusatkan di Lapangan Desa Lonca
Gubernur menekankan bahwa akses yang terbuka lebar adalah kunci utama menurunkan biaya logistik dan memancing investasi masuk ke pelosok Sigi. Ada tiga dampak utama yang disasar:
Mobilitas Super Cepat Memangkas waktu tempuh antar wilayah secara signifikan. Peluang Kerja, Membuka lapangan pekerjaan baru bagi pemuda setempat seiring dengan terbukanya akses ekonomi. Distribusi Barang, Memudahkan petani dan pelaku usaha kecil mengirimkan produk ke pasar yang lebih luas.
Gubernur Anwar Hafid optimistis Proyek ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu setengah tahun. Pada tahun 2027, ia sudah bisa melintasi jalur darat menuju Banggaiba dengan standar jalan yang representatif.
Hadirnya jalan Boladangko – Banggaiba, ini menjadi bukti bahwa program BERANI Lancar Sulteng Nambaso bukan sekedar slogan, melainkan langkah konkret dalam memutus isolasi wilayah dan meratakan kesejahteraan di Bumi Tadulako.
Standar Baru Infrastruktur Desa
Jalan ini bukan sekadar pengaspalan biasa. Dengan lebar mencapai 10 meter, standar konstruksi yang diterapkan menyerupai jalan protokol atau jalan utama. Hal ini diproyeksikan untuk mampu menampung volume logistik yang lebih besar, memfasilitasi truk-truk hasil bumi yang selama ini kerap terkendala akses yang sempit dan rusak.
Distribusi Barang: Memudahkan petani dan pelaku UMKM mengirimkan produk unggulan mereka ke pasar yang lebih luas dengan biaya angkut yang jauh lebih murah.
Mengejar Target 2027
Proyek ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu setengah tahun. Anwar Hafid optimistis, pada tahun 2027 mendatang, masyarakat Sigi sudah bisa melintasi jalur Boladangko – Banggaiba dengan standar jalan yang representatif.
"Ini komitmen kami agar masyarakat bisa merasakan betul kehadiran pemerintah melalui infrastruktur berkualitas," pungkas mantan Bupati Morowali dua periode tersebut.
Terpisah Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan salah satu prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan membuka keterisolasian wilayah.
"Tentunya pengembangan ruas jalan Boladangko sampai Banggaiba ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perdagangan khususnya wilayah Kulawi Raya," ujar Rizal
Mantan Ketua DPRD Sigi mengemukakan pengembangan ruas jalan Boladangko hingga Banggaiba memiliki arti strategis bagi masyarakat Kulawi dan sekitarnya.
"Dengan adanya peningkatan kualitas jalan ini kami berharap mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, distribusi hasil pertanian dan komoditas lokal semakin efisien serta konektivitas antar wilayah semakin kuat," ujar Rizal
Kini, warga Sigi bisa sedikit bernapas lega. Harapan akan ekonomi yang lebih baik tak lagi sekadar mimpi di tengah hutan, melainkan nyata di depan mata melalui hamparan aspal yang akan segera membelah keterisolasian mereka. Program BERANI Lancar kini bukan lagi slogan, melainkan nadi baru bagi kehidupan di Bumi Tadulako***


