Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tuai Polemik Anggaran Alat Olah Raga Gym Gubernur Sulteng: Pemimpin Harus Fit untuk Layani Rakyat

| 14:10 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-09T07:17:21Z

 


ALASANNEWS, (Palu)- Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menilai adalah hal yang wajar jika masa kepemimpinannya dalam menata Sulawesi Tengah melalui "9 Program Berani" menuai banyak sorotan publik. Baginya, kritik dan perhatian berbagai pihak masyarakat merupakan mesin penggerak untuk bekerja lebih nyata demi kesejahteraan rakyat.


"Ini suatu pendorong semangat bagi saya dan Ibu Renny untuk bekerja keras mewujudkan rakyat Sulteng peroleh dampak dari 9 Program Berani, termasuk Berani Sehat dan Berani Cerdas, yang sudah dirasakan masyarakat" kata Gubernur Anwar Hafid kepada Alasannews, Kamis (9/4/26), melalui pesan WhatsApp.


Anwar Hafid menjelaskan bahwa untuk mengurus kepentingan rakyat, terutama dalam memastikan masyarakat sehat dan cerdas, seorang pemimpin daerah harus memiliki ketahanan fisik yang prima. Hal ini dilakukan agar pemimpin tetap fit dalam menjalankan tugas pelayanan publik yang berat.


Merujuk pada pepatah Latin, Mens Sana in Corpore Sano, ia menekankan pentingnya menjaga keselarasan kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, sebagai pemimpin tubuh yang bugar dari hasil olahraga akan menghasilkan pikiran yang jernih, emosi yang stabil, serta jiwa yang tangguh dalam mengambil keputusan strategis.


"Sebagai pimpinan daerah, kesehatan perlu agar kepala daerah juga selalu fit melayani rakyat. Apalagi kendaraan mobil dinas Gubernur dan Wagub kita tidak beli baru, tetap pakai mobil lama. Apa salahnya kalau alat olahraga itu kita siapkan juga untuk menunjang kelancaran aktivitas dan harganya masih normal," ujar Anwar Hafid.


Terkait polemik pengadaan alat gym senilai hampir Rp447 juta lebih dalam revisi APBD Sulteng 2026 yang akan ditempatkan di rumah jabatan (rujab), Gubernur menanggapinya dengan santai. Ia menyebut fasilitas tersebut merupakan kebutuhan penunjang kerja yang wajar.


"Alat olahraga ini juga perlu. Saya pribadi sudah puluhan tahun di setiap rumah saya ada treadmill dan alat olahraga lainnya. Masa alat olahraga pribadi saya dari rumah itu juga saya pakai di rujab," tambahnya


Melansir berita Media Alkhairat Kepala Biro Umum Setda Provinsi Sulawesi Tengah, Faridah, menjelaskan bahwa rencana pengadaan alat gym memang sempat dibahas di biro yang dipimpinnya. Namun rencana tersebut akhirnya dibatalkan.


Menurut Faridah, pembatalan dilakukan seiring kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah daerah.


“Pengadaan alat olah raga  gym itu rencananya memang diadakan biro kami. Tetapi karena adanya efisiensi anggaran, pengadaan alat gym untuk pimpinan akhirnya kami batalkan,” jelasnya.


Gubernur Anwar Hafid mengatakan 

belum tahu jika pengadaan alat olah raga untuk pimpinan  dianggarkan melalui Biro Umum Setda Prov itu dibatkan.


"Belum tau saya jika pengadaan itu dibatalkan. Tetapi kalau soal perlu tidaknya bagi saya itu perlu untuk menunjang pelayanan sebagai pemimpin untuk bisa fit dalam jalankan tugas" ujar Anwar Hafid


Senada dengan Gubernur, pengamat hukum sekaligus advokat, Edmond Leonardo Siahaan SH, MH, menilai pengadaan tersebut masih dalam koridor kewajaran. 


Menurutnya, selama harga satuan masuk akal dan tujuannya untuk menunjang kesehatan prima pemimpin, maka hal tersebut bukanlah masalah besar.


"Itu soal kepatutan dan kewajaran. Guna menunjang kesehatan prima pimpinan, tentu sudah melalui mekanisme pertimbangan matang dan itu wajar selama dana yang diperlukan cukup," ujar Edmond Leonardo Sahaan yang juga mantan LSM kepada Alasannews lewat pesan WhatsApp Kamis (9/4/2026)


Sebelumnya, rencana pengadaan alat olah raga kebugaran tersebut  menuai sorotan publik. Pasalnya, kebijakan itu disebut muncul di tengah komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk melakukan efisiensi anggaran.***

×
Berita Terbaru Update