Palu, Alasan News — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memastikan bakal membangun rumah sakit baru bertaraf internasional pada tahun anggaran 2027, dengan nilai proyek mencapai Rp315 miliar yang sepenuhnya bersumber dari APBN.
Kepastian ini disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Reny Lamadjido, saat menjawab pertanyaan awak media dalam jumpa pers di aula RS Undata Palu, Senin (4/5), usai pelantikan direktur utama rumah sakit tersebut.
“Ya benar, insya Allah pada tahun anggaran 2027 kita akan mulai pembangunan rumah sakit baru sebagai pengganti RS Undata yang sudah berusia 25 tahun,” tegas Reny.
Menurutnya, saat ini proses pengajuan anggaran telah masuk di Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan RI. Bahkan, tahapan tender disebut sudah mulai berjalan di tingkat kementerian.
“Seluruh pembiayaan menggunakan dana APBN. Jadi Sulawesi Tengah akan menerima bangunan rumah sakit baru,” jelasnya.
Reny juga mengungkapkan, besar kemungkinan bangunan RS Undata yang ada saat ini akan dibongkar untuk kemudian digantikan dengan fasilitas kesehatan baru berstandar internasional.
Ia berharap rencana tersebut dapat berjalan sesuai visi Gubernur dan Wakil Gubernur melalui program “Berani Sehat”.
Dalam kesempatan itu, Reny turut menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit. Ia meminta direktur yang baru dilantik agar bekerja profesional dan menjawab berbagai kritik masyarakat terhadap pelayanan RS Undata yang kerap mencuat di media sosial.
“Saya akan berada paling depan jika menyangkut persoalan Undata Palu,” ujarnya penuh semangat.
Pembangunan rumah sakit baru ini diharapkan menjadi tonggak peningkatan layanan kesehatan di Sulawesi Tengah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan fasilitas medis yang lebih modern dan representatif.@gus


