ALASANnews, Palu – Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron dijadwalkan membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah, Minggu (10/5/2026).
Kegiatan tersebut akan berlangsung di Hotel The Syah, Jalan Sam Ratulangi, Palu, sekitar pukul 13.30 WITA.
“Sesusai jadwal, besok yang akan membuka Musda DPD Partai Demokrat Sulteng adalah Sekjen DPP Partai Demokrat, Bapak Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Morowali, Syarifudin Hafid kepada media ini, Sabtu sore (9/5/2026) melalui pesan WhatsApp.
Diketahui, Herman Khaeron ditunjuk oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, untuk menggantikan Teuku Riefky Harsya setelah Riefky dipercaya menjabat Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia pada Kabinet Presiden Prabowo Subianto periode 2024–2029.
Menurut Syarifudin, Sekjen DPP Partai Demokrat bersama rombongan akan bertolak dari Jakarta menuju Palu menggunakan penerbangan pagi dan dijadwalkan tiba di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri sekitar pukul 06.00 WITA.
Setibanya di Palu, rombongan dijadwalkan melakukan agenda santai berupa ngopi dan sarapan pagi bersama pengurus Partai Demokrat di Warkop Roemah Balkot sebelum menuju lokasi Musda.
“Besok pagi Sekjen DPP Partai Demokrat bersama rombongan tiba di Palu. Sebelum ke tempat Musda, rencananya akan mampir ngopi dan sarapan pagi di Warkop Roemah Balkot,” jelasnya.
Sementara itu, terdapat tiga kandidat yang mendaftar sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah dalam Musda kali ini, yakni Anwar Hafid, Abdurrahman Thaha, dan Ikbal Khan. Ketiganya diketahui telah mengembalikan formulir pendaftaran beberapa waktu lalu.
Namun demikian, dalam tradisi Musda DPD Partai Demokrat di Sulawesi Tengah, proses pemilihan ketua umumnya berlangsung secara aklamasi, terutama apabila petahana kembali maju atau mendapat dukungan penuh dari para ketua DPC kabupaten dan kota.
Anwar Hafid sendiri tercatat telah tiga kali mengikuti Musda DPD Partai Demokrat Sulteng dan selalu terpilih secara aklamasi. Pada dua periode sebelumnya, ia maju dengan status sebagai Bupati Morowali. Sementara pada Musda kali ini, Anwar Hafid maju dengan posisi sebagai Gubernur Sulawesi Tengah.
Meski tidak ada ketentuan dalam AD/ART Partai Demokrat yang mengharuskan pemilihan secara aklamasi berdasarkan jabatan pemerintahan, soliditas dukungan kader disebut masih mengarah kepada Anwar Hafid untuk kembali memimpin Partai Demokrat Sulawesi Tengah.@gus


