- H Helmy D Yambas SE
ALASANNEWS, PALU – Menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad) Palu, gelombang dukungan dan apresiasi dari kalangan alumni terus mengalir untuk Rektor petahana, Prof Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng.
Kepemimpinan Prof. Amar dinilai sukses membawa lompatan besar bagi universitas negeri terbesar di Sulawesi Tengah tersebut, mulai dari akselerasi jumlah guru besar hingga ekspansi jaringan ke tingkat internasional.
Apresiasi tersebut salah satunya datang dari Edmond Leonardo Siahaan, S.H., M.H., seorang advokat sekaligus mantan aktivis lingkungan hidup. Salah satu Alumnus FH Untad Palu S1 lulus tahun 2002 dan lulus S2 tahun 2019. Menurut Edmond, Untad saat ini mengalami transformasi yang sangat signifikan dibandingkan masa-masa sebelumnya.
"Pada masa saya kuliah, dosen berstatus doktor masih bisa dihitung dengan jari, terlebih untuk gelar guru besar. Kehidupan kampus juga sangat terbatas meskipun memiliki areal yang luas. Bahkan, saat itu alumni Untad masih sering dipandang sebelah mata," ujar Edmond saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (24/7/2026).
Edmond juga sempat menyayangkan rekam jejak kelam masa lalu ketika oknum mantan rektor Untad terjerat kasus hukum tindak pidana korupsi. Bagi Edmond, hal tersebut memprihatinkan karena Untad sebagai institusi pencetak kaum intelektual seharusnya mampu berinovasi sekaligus menjaga integritas moral.
Harapan Melanjutkan Periode Kedua
Namun, di bawah nakhoda Prof. Amar, citra dan kualitas akademik Untad dinilai bangkit pesat. Erdmon menyoroti lonjakan jumlah dosen bergelar doktor dan guru besar, serta masifnya pembangunan infrastruktur kampus guna menampung mahasiwa.
"Apalagi saat ini Untad sudah berhasil menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas internasional. Semua ini tidak lepas dari kinerja nyata Prof. Amar. Sebagai alumni, saya menilai Prof. Amar sudah sangat teruji dan sangat tepat untuk melanjutkan kepemimpinan ke periode kedua demi menata Untad menjadi lebih baik," tegas Edmond.
Eksis di Kancah Internasional
Nada optimistis juga disampaikan oleh alumni Fakultas Ekonomi Untad angkatan 1988, Helmy D. Yambas, S.E. Mantan Wakil Ketua DPRD Sulteng yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sulteng Bidang Pemenangan Pemilu Dapil Kota Palu ini menyebut Untad kian eksis di panggung global.
"Di bawah kepemimpinan Prof. Amar, Untad menunjukkan kemajuan yang luar biasa, termasuk keberhasilan menembus dunia internasional," kata Helmy, yang juga merupakan mantan wartawan Harian Kompas di Sulteng.
Helmy merefleksikan kembali sejarah panjang Untad yang resmi berdiri sendiri sebagai Universitas Negeri pada 18 Agustus 1981 dengan Rektor pertama, Prof. Dr. Mattulada, yang merupakan Guru Besar Antropologi. Kini, Untad telah berkembang pesat dan memiliki berbagai disiplin ilmu strategis, termasuk Fakultas Kedokteran serta Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Secara geografis, kampus yang terletak di Bumi Kaktus, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 250 hektare. Lahan luas tersebut merupakan hasil perjuangan Pemerintah Provinsi Sulteng di era Gubernur Ghalib Lasahido dan Bupati Donggala Ramli Noor pada masa lampau.
Dengan modal historis yang kuat dan capaian internasional di era Prof. Amar, para alumni berharap momentum kemajuan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan dalam periode kepemimpinan berikutnya.


