Alasannews.com | Ketapang - Sahran yang kerap disapa dan dikenal Ujang Sahran salah satu tokoh masyarakat Desa Sukabangun Luar Kecamatan Delta Pawan Kabupaten Ketapang, bersama Dedi Sumarni yang merupakan tokoh yang di tua kan di Desa Sukabangun angkat bicara terkait kelangkaan (BBM) bersubsidi di Kabupaten Ketapang.
Dengan ini demi menghindari kepanikan masyarakat atau panic Buying (BBM) Bahan Bakar Minyak bersubsidi di Kabupaten Ketapang, terkait kelangkaan minyak yang dijual pengecer serta pom mini/kios kecil pedagang kaki lima yang biasa dijual ditepi jalan. Seharusnya kebijakan pemerintah baik instansi terkait maupun APH harus memberikan dukungan kepada para pengecer pedagang kaki lima kios-kios mini yang dimana pemerintah dan instansi terkait harus berterimakasih kepada mereka yang membantu pihak SPBUN, SPBN Nelayan, dan seluruh SPBU-SPBU yang ada di Kabupaten Ketapang, demi memperlancar perekomian masyarakat, meningkatkan UMKM demi kearifan lokal.
Tidak hanya SPBU, bahkan semua pihak dari masyarakat dan pemerintah tentunya harus merasa terbantu dengan adanya mereka, namun hal ini trus berlanjut, para pom mini kios-kios kecil dan pihak pengecer kerap kali diburu, serta selalu diawasi dirazia trus menerus dan mereka selalu merasa dipantau, serta tidak diperbolehkan untuk berjualan, maka selamanya aktivitas ini tidak akan ada jalan keluarnya.
Kebijakan pemerintah bukan solusi, apabila selamanya saling menyalahkan, yang seharusnya harus mencari jalan keluarnya, tanpa harus saling menyalahkan satu sama lainnya.
SPBU di Kabupaten Ketapang tidak mungkin sama seperti di pulau Jawa, sebagai contohnya saja, tidak akan mungkin masyarakat Desa pesaguan harus dipaksakan mengantri jauh-jauh ke SPBU Desa Sungai Jawi atau SPBU Kendawangan.
Namun dengan adanya para pedagang kecil pom/kios mini dan pengecer di tiap jalan setidaknya dapat membantu kelancaran perjalanan aktivitas masyarakat yang setiap harinya sangat memerlukan (BBM) Bahan Bakar Minyak bersubsidi, serta SPBN Nelayan demi kearifan lokal, terutama bagi masyarakat-masyarakat di Desa-desa pedalaman yang sangat sulit dijangkau.
Adapun langkah yang seharusnya dilakukan adalah pemerintah daerah maupun APH, Instansi terkait harus mendukung masyarakat yang sebagai pengecer baik pengantri para penjual kios-kios kecil agar dapat di pantau supaya tidak adanya penimbunan baik menjual lebih dari harga yang sewajarnya, misalkan pertalite 18/20 ribu perliter nya.
Adapun tambahan seperti harapan masyarakat Kabupaten Ketapang, serta bagi pihak SPBUN, SPDN Nelayan, Seluruh SPBU Kabupaten Ketapang tentunya, saya rasa dengan harapan yang sama, menginginkan kelancaran (BBM) Bersubsidi agar bisa terpenuhi sesuai harapan kita bersama tentunya pemerintah daerah maupun pusat, pertamina Kabupaten Ketapang/SAUK Zomber harus menambah bukan mengurangi asupan (BBM) bersubsidi bagi seluruh SPBU/SPBN Nelayan, serta pengiriman (BBM) ke SPBU dan SPBN Nelayan setidaknya harus tepat waktu agar tidak molor demi kearifan lokal mempermudah masyarakat demi kepentingan bersama serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ketapang, demi menjaga Kamtibmas agar tertib dan aman terkendali, tutup Ujang Sahran.
Setelah berita ini diterbit dari tim media Alasannews.com akan terus memantau perkembangan dari Pihak Pertamina Persero SAUK/Sumber serta kebijakan pemerintah daerah maupun pusat, serta diharapkan kepada masyarakat agar tetap tenang dan menghindari kepanikan/panic buying, maupun dari asumsi, dan isu--isu negatif dan menyesatkan, pungkasnya.
Oleh : Teguh
Editor /Gugun


