ALASANNEWS, PALU – Dokumen hasil pemeriksaan internal Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2024 kembali beredar luas di media sosial.
Momentum peredaran dokumen lama ini memicu tanda tanya besar karena bertepatan dengan dimulainya tahapan Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (Untad) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Menanggapi hal tersebut, Advokat sekaligus alumnus Fakultas Hukum Untad, Edmond Leonardo Siahaan, S.H., M.H., mendesak pihak Rektorat Untad untuk segera menelusuri sumber peredaran dokumen tersebut.
Menurutnya, publikasi ulang data yang telah ditindaklanjuti ini sarat akan motif politis kampungan demi menjatuhkan pihak tertentu.
“Saya prihatin jika hal ini terus dipublikasikan secara berulang. Ada apa? Kenapa hasil audit tahun 2024 justru muncul kembali menjelang Pilrek September 2026?” ujar Edmond melalui pesan singkat WhatsApp, Sabtu (8/8/2026).
Pertanyakan Validitas Sumber dan Regulasi Dokumen
Edmond menegaskan, pihak yang memublikasikan dokumen tersebut harus mengklarifikasi asal-usul data yang mereka peroleh. Ia juga mengingatkan bahwa dokumen pengawasan internal pemerintah tidak serta-merta menjadi konsumsi publik yang bebas disebarkan tanpa aturan.
Menurut Edmond, terdapat perbedaan mendasar antara pemeriksaan eksternal oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan audit internal Itjen Kementerian. Audit Itjen merupakan instrumen kontrol internal yang bersifat rahasia untuk perbaikan sistem tata kelola administrasi kampus, bukan konsumsi politik praktis.
“Data yang dipublikasikan harus jelas sumbernya. Apakah diperoleh secara sah atau ada dugaan keterlibatan oknum tidak bertanggung jawab demi kepentingan politik menjelang kontestasi Pilrek Untad,” tegas pria yang juga aktif sebagai pemerhati lingkungan hidup ini.
Desak Publikasi Informasi Secara Utuh
Lebih lanjut, Edmond meminta masyarakat untuk tidak menelan informasi tersebut secara sepotong-sepotong. Pihak Rektorat Untad sebelumnya telah menegaskan lewat siaran pers resmi bahwa seluruh catatan dan temuan administratif dalam audit 2024 tersebut telah selesai ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Jangan hanya mengambil potongan dari dokumen lama lalu memublikasikannya kembali tanpa menjelaskan penyelesaiannya. Jangan sampai isu administratif ini dipelintir seolah-olah terjadi penyimpangan besar atau dikaitkan dengan tender proyek jika faktanya tidak demikian,” imbuh Edmond.
Jaga Marwah Demokrasi Akademik
Meski diwarnai aksi saling serang menggunakan isu lama, Edmond optimistis dinamika ini tidak akan mengganggu jalannya tahapan Pilrek Untad. Ia berharap kontestasi pemilihan pemimpin tertinggi di kampus terbesar di Sulawesi Tengah ini tetap berjalan objektif dan berbasis adu gagasan.
Ia mengimbau seluruh civitas akademika dan para kandidat untuk menjaga marwah kampus dengan mewujudkan iklim demokrasi akademik yang sehat, bersih, dan bermartabat.
“Jadikan Pilrek Untad sebagai contoh demokrasi kampus yang berkualitas. Semua kandidat harus dihormati tanpa harus saling menjatuhkan lewat isu-isu usang yang sudah tidak relevan. Yang kita butuhkan saat ini adalah kapasitas kepemimpinan, integritas, dan rekam jejak nyata untuk membawa Untad semakin maju,” pungkasnya.


