Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Akademisi Ekologi Untad Palu Diundang Khusus ke Forum Danau Sedunia 2026

| 09:57 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-27T02:57:03Z

 



ALASANNEWS, JAKARTA — Forum Danau Sedunia 2026 yang digelar di Auditorium Balai Purnomo, Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (27/8/2026), menjadi momentum penting bagi Sulawesi Tengah. Danau Poso, Kabupaten Poso, mendapat perhatian dalam forum internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah negara.


Kehadiran Sulawesi Tengah dalam forum tersebut semakin diperkuat oleh dua akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu yang diundang secara khusus oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Keduanya merupakan pakar di bidang ekologi dan lingkungan, yakni Prof. Dr. Ir. Muh. Nur Sangadji, DEA, Guru Besar Bidang Ekologi Manusia dan Lingkungan Hidup, serta Dr. Ir. Fadly Y. Tantu, M.Si., Kepala Unit Penunjang Akademik (UPA) Biodiversitas Untad.


Prof. Muh. Nur Sangadji mengatakan, dirinya bersama Dr. Fadly Tantu diundang sebagai bagian dari tim ahli yang terlibat dalam penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Danau Indonesia.


“Dalam forum ini, saya dan Dr. Fadly Tantu diundang secara khusus oleh Kementerian Lingkungan Hidup selaku tim ahli penyusunan dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Danau Indonesia,” ujar Prof. Muh. Nur Sangadji kepada Alasannews melalui pesan WhatsApp, Kamis (27/8/2026).


Keterlibatan dua akademisi Untad tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan Danau Poso tidak hanya dipandang dari sisi pariwisata, tetapi juga membutuhkan landasan ilmiah, perlindungan biodiversitas, serta tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.


Dalam forum yang sama, Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. hadir mewakili Indonesia untuk mempresentasikan potensi dan pengelolaan Danau Poso di hadapan peserta internasional.


Menurut Prof. Nur Sangadji, kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah dalam forum tersebut merupakan peluang strategis untuk membawa isu Danau Poso ke tingkat internasional.


«“Ini adalah kesempatan besar bagi Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan Danau Poso di level internasional, sekaligus menyuarakan pentingnya perlindungan ekosistem perairan tawar di tingkat global,” katanya.»



Danau Poso dan Potensi Geopark


Danau Poso menjadi salah satu materi penting dalam forum karena kawasan tersebut tengah didorong untuk pengembangan Geopark atau Taman Bumi Internasional.


Danau yang berada di Kabupaten Poso itu memiliki karakteristik geografis dan geologis yang khas. Kawasannya memiliki luas sekitar 32.000 hektare dengan kedalaman mencapai 450 meter serta berada pada ketinggian sekitar 657 meter di atas permukaan laut.


Keindahan Danau Poso juga ditandai dengan hamparan pasir berwarna kuning keemasan, gelombang air yang menyerupai ombak laut, serta perubahan warna air dari hijau di tepian hingga biru jernih di bagian tengah.


Letaknya yang berada di jalur trans-Sulawesi turut memperkuat posisi strategis Danau Poso. Kawasan tersebut memiliki keterhubungan dengan sejumlah wilayah, termasuk Toraja, Gorontalo, dan Manado.


Kondisi itu membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis ekowisata, budaya, penelitian, dan pendidikan. Namun, pengembangan ekonomi harus tetap mempertahankan fungsi ekologis dan daya dukung lingkungan danau.


Bukan Sekadar Destinasi Wisata


Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong agar Danau Poso tidak hanya ditempatkan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai bagian penting dari sistem ekologis yang menopang kehidupan masyarakat di sekitarnya.


Danau memiliki fungsi ekologis yang berkaitan dengan habitat keanekaragaman hayati, tata air, pengendalian banjir, serta sumber penghidupan masyarakat.


Di sisi lain, ekosistem Danau Poso menghadapi berbagai tekanan. Pencemaran, degradasi daerah aliran sungai (DAS), perubahan penggunaan lahan, aktivitas ekonomi, dan perubahan iklim menjadi tantangan yang membutuhkan perhatian bersama.


Karena itu, perlindungan danau membutuhkan tata kelola terpadu dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat.


Menguatkan Agenda Konservasi Global


Forum Danau Sedunia 2026 mengangkat tema “Danau Sehat, Menyelamatkan Generasi.” Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi pembuat kebijakan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pemerhati lingkungan, dan generasi muda untuk membahas masa depan ekosistem danau.


Forum tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperluas pertukaran pengalaman antarnegara, serta meningkatkan peran generasi muda dalam konservasi sumber daya air.


Dalam konteks tersebut, Danau Poso dapat menjadi contoh bagaimana potensi ekonomi, kepentingan masyarakat, dan perlindungan lingkungan dapat ditempatkan dalam satu kerangka pengelolaan berkelanjutan.


Kehadiran dua akademisi Untad sebagai tim ahli juga memberi dimensi ilmiah terhadap pembahasan Danau Poso. Riset dan kajian akademik diperlukan untuk memastikan kebijakan pengelolaan danau didasarkan pada data serta kondisi ekologis yang terukur.


Membuka Peluang Kerja Sama Internasional


Paparan mengenai Danau Poso di forum internasional diharapkan membuka ruang kerja sama dengan lembaga penelitian, perguruan tinggi, organisasi lingkungan, dan mitra pembangunan dari berbagai negara.


Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada penelitian ekosistem danau, konservasi biodiversitas, pemulihan DAS, pengembangan ekowisata, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan sistem pengelolaan lingkungan.


Agenda pengembangan Danau Poso sebagai bagian dari Geopark juga membutuhkan tata kelola yang mampu menjaga kawasan bernilai konservasi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


Dengan demikian, keterlibatan Sulawesi Tengah dalam Forum Danau Sedunia 2026 memiliki makna yang lebih luas daripada promosi destinasi wisata. Momentum ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan ekologis Danau Poso sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Tengah dalam percakapan global mengenai konservasi dan ketahanan sumber daya air.


Dari Poso, pesan yang dibawa ke forum dunia tidak hanya tentang keindahan sebuah danau, tetapi juga tentang pentingnya menjaga ekosistem, melindungi keanekaragaman hayati, dan memastikan keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

×
Berita Terbaru Update