TOLITOLI, Alasannews.com, — Kemarau panjang mulai memberi dampak serius bagi masyarakat di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Sejumlah warga di Desa Buntuna, Kecamatan Baolan, kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih setelah sumber-sumber air mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut dilaporkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tolitoli pada Sabtu (8/8/2026). Laporan diterima sekitar pukul 09.00 WITA, sementara kondisi kekeringan dan kesulitan air bersih mulai ditangani sejak sekitar pukul 08.20 WITA.
BPBD Tolitoli menyebut fenomena tersebut merupakan dampak hidro meteorologi kering atau kemarau yang melanda sejumlah wilayah. Kondisi itu menyebabkan sumber air warga berkurang bahkan mengalami kekeringan.
Desa Buntuna menjadi salah satu wilayah yang mulai merasakan dampak langsung. Sebagian warga kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
BPBD Turunkan Tim dan Salurkan Air Bersih
Merespons kondisi tersebut, pimpinan BPBD Kabupaten Tolitoli langsung menginstruksikan penyaluran air bersih ke wilayah terdampak.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Tolitoli dikerahkan ke lokasi untuk melakukan distribusi air bersih sekaligus memantau kondisi masyarakat.
Petugas juga melakukan asesmen dan pendataan untuk mengetahui jumlah warga yang terdampak akibat kekeringan tersebut.
BPBD berkoordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, TNI/Polri, aparat desa, ketua RT/RW, relawan serta masyarakat setempat guna memastikan penanganan berjalan.
Hingga laporan dibuat, proses penyaluran air bersih kepada masyarakat Desa Buntuna masih berlangsung.
Warga Butuh Air, Sumur Jadi Kebutuhan Mendesak
BPBD mencatat kebutuhan paling mendesak saat ini adalah ketersediaan air bersih serta sumber air berupa sumur yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Jumlah pasti warga yang terdampak masih dalam proses pendataan.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun pengungsian dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, kekeringan menjadi perhatian karena kebutuhan air bersih menyangkut langsung kehidupan sehari-hari masyarakat.
BPBD Tolitoli mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak kemarau dan melaporkan apabila terjadi kesulitan air bersih di wilayah masing-masing.
Penanganan di Desa Buntuna akan terus dipantau seiring perkembangan kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air di wilayah tersebut.


