Alasannews.com | KUBU RAYA — Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menjadi sorotan. Pekerjaan yang diperuntukkan bagi peningkatan fungsi jaringan irigasi tersebut diduga mengalami persoalan pada aspek mutu dan kualitas pelaksanaan.
Berdasarkan pantauan tim media di lapangan pada Selasa (8/9/2026), terdapat sejumlah bagian pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis, rencana anggaran biaya (RAB), serta ketentuan pelaksanaan P3-TGAI.
Sorotan tersebut bukan semata menyangkut tampilan fisik pekerjaan, melainkan menyentuh aspek kualitas konstruksi, kesesuaian volume, penggunaan material, metode pengerjaan, dan pengawasan. Seluruh aspek tersebut penting diperiksa untuk memastikan infrastruktur irigasi yang dibangun benar-benar memenuhi standar dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Dugaan Ketidaksesuaian Volume dan Spesifikasi
Sejumlah informasi yang dihimpun di lapangan juga menyebut adanya perubahan angka panjang pekerjaan. Pendamping TPM menyampaikan kepada media bahwa pihaknya telah memberikan surat peringatan sekaligus melampirkan RAB.
Menurut keterangan pendamping tersebut, panjang pekerjaan yang sebelumnya tercatat 126 meter kemudian menjadi 133 meter, dan persoalan itu disebut berkaitan dengan pemberitaan media mengenai proyek tersebut.
«“Sudah kasih surat peringatan, ditambah RAB-nya. Gara-gara diberitakan di media, panjangnya 126 meter menjadi 133 meter,” ujar pendamping TPM kepada media.»
Pernyataan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut, terutama dengan mencocokkan dokumen RAB, gambar teknis, volume pekerjaan, hasil pengukuran lapangan, serta dokumen administrasi program.
Perbedaan angka volume atau panjang pekerjaan, apabila benar terjadi, tidak serta-merta dapat disimpulkan sebagai pelanggaran. Namun, kondisi tersebut menjadi penting untuk diklarifikasi karena menyangkut kesesuaian antara perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pekerjaan.
Pelaksana Disebut Berinisial Hanafi
Dalam keterangan warga di lokasi, pihak pelaksana disebut berinisial Hanafi, yang menurut informasi warga bekerja sebagai staf desa.
Selain itu, beredar pula informasi bahwa kegiatan P3-TGAI tersebut disebut-sebut berkaitan dengan aspirasi seorang anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Namun, informasi mengenai identitas pelaksana, sumber pengusulan kegiatan, maupun keterkaitan dengan aspirasi anggota DPR RI tersebut masih membutuhkan konfirmasi resmi dan dokumen pendukung. Media tidak menjadikan informasi tersebut sebagai kesimpulan sebelum adanya penjelasan dari pihak yang berwenang.
P3-TGAI dan Pentingnya Mutu Pekerjaan
Program P3-TGAI merupakan program pemerintah yang diarahkan untuk meningkatkan infrastruktur jaringan irigasi melalui peran serta masyarakat. Infrastruktur yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung tata kelola air dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama sektor pertanian.
Karena menggunakan dukungan anggaran pemerintah, aspek transparansi, akuntabilitas, kualitas pekerjaan, kesesuaian volume, dan pengawasan menjadi bagian penting yang tidak dapat diabaikan.
Jika ditemukan indikasi pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi atau dokumen perencanaan, pihak berwenang perlu melakukan pemeriksaan secara objektif. Pemeriksaan tersebut idealnya tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan, tetapi juga mencocokkan dokumen perencanaan dengan realisasi pekerjaan di lapangan.
Dugaan Pelanggaran Perlu Diverifikasi
Dugaan penurunan mutu atau ketidaksesuaian spesifikasi dalam proyek pemerintah merupakan persoalan yang perlu ditangani secara hati-hati. Kondisi fisik yang terlihat di lapangan belum cukup untuk menyatakan telah terjadi pelanggaran, sehingga diperlukan pemeriksaan teknis dan administratif oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Beberapa aspek yang layak diperiksa antara lain:
1. Kesesuaian pekerjaan dengan RAB dan gambar teknis;
2. Volume serta dimensi pekerjaan yang telah direalisasikan;
3. Mutu dan jenis material yang digunakan;
4. Metode pelaksanaan pekerjaan;
5. Dokumentasi dan administrasi kegiatan;
6. Proses pengawasan dan pendampingan;
7. Kesesuaian realisasi fisik dengan laporan pekerjaan;
8. Mekanisme perubahan volume apabila memang terdapat perubahan dari rencana awal.
Apabila hasil pemeriksaan resmi nantinya menemukan ketidaksesuaian, maka pihak pelaksana dapat diminta melakukan perbaikan sesuai ketentuan. Sebaliknya, apabila pekerjaan dinyatakan telah sesuai, hasil pemeriksaan tersebut juga penting disampaikan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Publik Berhak Mendapat Kejelasan
Sorotan terhadap proyek P3-TGAI Sungai Rengas pada akhirnya bukan sekadar persoalan mencari pihak yang harus disalahkan. Persoalan utamanya adalah memastikan anggaran dan program pemerintah menghasilkan infrastruktur yang berkualitas serta benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Masyarakat, khususnya penerima manfaat jaringan irigasi, memiliki kepentingan langsung terhadap kualitas pekerjaan tersebut. Infrastruktur irigasi yang dibangun dengan kualitas rendah berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila cepat mengalami kerusakan dan pada akhirnya membutuhkan biaya perbaikan kembali.
Karena itu, pihak terkait diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai status pekerjaan, spesifikasi teknis, volume yang direncanakan dan direalisasikan, serta hasil pengawasan di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun instansi terkait masih perlu dimintai klarifikasi mengenai dugaan tersebut, termasuk terkait perubahan volume dari 126 meter menjadi 133 meter, kualitas material, spesifikasi teknis, serta mekanisme pengawasan pekerjaan.
Media akan terus melakukan penelusuran terhadap informasi tersebut secara berimbang dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak pelaksana, pendamping, pemerintah desa, maupun instansi terkait untuk menyampaikan klarifikasi dan penjelasan sesuai fakta serta dokumen yang dimiliki.
Sumber: Tim Investigasi




