TOLITOLI, ALASANnews.com — Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tolitoli menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah. Pengawasan diperketat agar pupuk yang menjadi kebutuhan utama petani benar-benar diterima sesuai ketentuan.
Hal itu ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, S.Sos., saat mewakili Bupati membuka Rapat Koordinasi Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) Kabupaten Tolitoli Tahun Anggaran 2026, Kamis (10/9/2026), di Aula Rumah Jabatan Bupati.
Asrul menekankan bahwa pengawasan pupuk dan pestisida bukan sekadar rutinitas administratif. Menurutnya, kelancaran dan ketepatan penyaluran pupuk bersubsidi berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian serta ketahanan pangan daerah.
Ia meminta KPPP memastikan prinsip “6 tepat” benar-benar diterapkan dalam setiap proses penyaluran pupuk bersubsidi.
Enam prinsip tersebut meliputi tepat jenis, tepat jumlah, tepat waktu, tepat tempat, tepat mutu, dan tepat harga.
“KPPP harus pastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat 6 tepat: tepat jenis, jumlah, waktu, tempat, mutu, dan harga. Pemda tidak akan tolerir penyimpangan,” tegas Asrul.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah tidak ingin distribusi pupuk bersubsidi berjalan tanpa pengawasan. Setiap mata rantai penyaluran, mulai dari distributor hingga pengecer, harus mengikuti aturan yang berlaku.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Tolitoli, Ellyah HP. Sagala, S.P., mengatakan rakor digelar untuk mengevaluasi pelaksanaan penyaluran pupuk sepanjang 2026 sekaligus menyusun strategi pengawasan ke depan.
Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk memastikan berbagai persoalan dalam distribusi pupuk dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.
Rakor juga diisi dengan sosialisasi mengenai mekanisme pengawasan serta sanksi terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam distribusi pupuk dan pestisida.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Mukti, S.T., unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD, distributor, pengecer, serta kelompok tani.
Dengan melibatkan berbagai pihak dalam satu forum, pemerintah berharap pengawasan distribusi pupuk tidak berhenti pada tingkat rapat koordinasi, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan.
Bagi petani, pupuk bersubsidi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produksi pertanian. Karena itu, ketepatan distribusi menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menjaga produktivitas sekaligus ketahanan pangan di Kabupaten Tolitoli.
Pesan Sekda pun jelas: pupuk bersubsidi harus sampai kepada petani sesuai jenis, jumlah, waktu, tempat, mutu, dan harga yang ditetapkan.


