Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

MASYARAKAT NELAYAN KAYONG UTARA KALBAR KELUHKAN DAMPAK AKTIFITAS PERTAMBANGAN DI KAWASAN INDUSTRI PULAU PENEBANG

| 14:47 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-06T07:47:45Z

Kayong Utara |  Alasannewas.com – Merupakan Program Strategis Nasional, Kawasan Indsutri Pulau Penebang membuat nelayan-nelayan di sekitar Pulau Penebang Kayong Utara Kalbar mengeluhkan hasil tangkapan dan pendapatan mereka yang semakin menurun akibat aktifitas pertambangan di Pulau Penebang.



Pembangunan proyek nasional itu membawa lonjakan lalu lintas perairan yang hilir-mudik mengangkut berbagai bahan material industri ke Pulau Penebang. Aktivitas pembangunan kawasan industri ini merusak ekosistem pesisir dan biota laut lainnya yang menjadi rumah bagi berbagai spesies laut seperti ikan dan udang.


Tak hanya hasil laut yang semakin berkurang, sejumlah nelayan memberikan keterangan kepada Awak Media Alasannew.com yang identitasnya tidak ingin disebutkan, bahwa menurutnya yang dulunya nelayan bisa menangkap ikan dengan hasil maksimal, dalam satu malam bisa mencapai ton an, namun saat sekarang jangankan ton an ratusan kilo pun susah untuk didapatkan, karena tempat yang dulu kaya akan hasil laut, kini tercemar limbah yang disebabkan aktifitas pengeboman pertambangan di Pulau Penebang. Terangnya.


Belum lagi wilayah tangkap para nelayan juga kian menyempit. Para nelayan harus melaut lebih jauh atau pindah ke perairan lain. Alhasil, ongkos melaut naik sementara penghasilan turun, tentu hal ini akan membuat daya beli masyarakat semakin berkurang karena tingginya harga ikan dipasaran.


Kehadiran Industri Pulau Penebang menurutnya membuat situasi semakin memburuk. Air keruh akibat tumpahan bahan tambang yang sengaja ditumpahkan dipinggir-pinggir pulau untuk keperluan reklamasi, dan aktifitas pertambangan menggunakan alat peledak (bom) sangat berdampak pada kehidupan nelayan tradisional yang sangat bergantung pada ekosistem tersebut, keadaan ini membuat nelayan dan masyarakat pesisir semakin sengsara.


Awak Media Alasannews.com meminta tanggapan kepada DPRD Kayong Utara 17/9/2026, Kamiriluddin (Pak Lud) Anggota DPRD Kayong Utara menyatakan untuk menyikapi hal ini, bahwa DPRD Kayong Utara tidak anti perusahaan, pihaknya akan mensuport dan mendukung, tetapi menurutnya jangan sampai kegiatan perusahaan merampas hak-hak masyarakat, tetapi bagaimana hadirnya perusahaan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tutupnya.

Untuk memperoleh informasi yang jelas dan akurat, Awak Media lakukan konfirmasi ke Syahbandar Ketapang, namun sangat disayangkan petugas di Kantor Syahbandar Ketapang menghalang-halangi Awak Media untuk melakukan konfirmasi ke Kepala Syahbandar Ketapang. 


Berdasarkan informasi dari warga Suka Bangun Ketapang Jamhari (Jenggo) ia menyebutkan bahwa selama aktifitas kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Suka Bangun Ketapang, seluruh barang yang akan dibawa ke Pulau Penebang, seperti mobil tanpa plat, menurutnya petugas pelabuhan tidak pernah melakukan pemeriksaan terhadap barang yang akan dibawa ke Pulau Penebang, menurut Jenggo kuat dugaan ada barang yang diselundupkan.


Saat Awak Media lakukan pengecekan di Pelabuhan, mobil yang sedang melakukan bongkar muat didapati beberapa unit mobil sedang beraktifitas bongkar muat tanpa ada petugas pelabuhan yang mengawasi dan mengecek daftar manifest barang apa saja yang akan dibawa ke Pelau Penebang. (Dedi)

×
Berita Terbaru Update