ALASANNEWS – Kabupaten Tolitoli mencatat langkah penting dalam pengembangan pelayanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit stroke. Untuk pertama kalinya, tindakan medis Digital Subtraction Angiography (DSA) dilaksanakan di daerah tersebut melalui rangkaian Simposium Hari Stroke Sedunia (World Stroke Day) 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) Cabang Palu itu resmi dibuka Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, di Aula Rumah Jabatan Bupati, Sabtu (7/11/2026).
Simposium yang berlangsung pada 6–8 November 2026 tersebut diikuti 13 dokter spesialis saraf dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.
Tidak sekadar menjadi forum ilmiah bagi kalangan medis, kegiatan ini juga menghadirkan rangkaian aksi nyata untuk masyarakat melalui bakti sosial, pelayanan pengobatan gratis, serta tindakan DSA yang menjadi terobosan baru dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Tolitoli.
Kehadiran layanan DSA menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Teknologi medis ini berperan dalam pemeriksaan pembuluh darah, terutama untuk membantu mendeteksi gangguan pembuluh darah yang berkaitan dengan penyakit stroke.
Dalam sambutannya, Bupati Amran Hi. Yahya berharap simposium tersebut dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pengetahuan, kapasitas tenaga medis, serta mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan para dokter spesialis saraf ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara tenaga kesehatan dan pemerintah daerah.
Upaya peningkatan kualitas kesehatan, kata Bupati, membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik.
Pelaksanaan Simposium Hari Stroke Sedunia 2026 di Tolitoli sekaligus menjadi kesempatan bagi daerah untuk memperluas wawasan mengenai pencegahan, deteksi dini, dan penanganan stroke.
Dengan hadirnya para dokter spesialis saraf serta layanan medis yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan di Tolitoli, kegiatan ini diharapkan menjadi awal penguatan pelayanan neurologi yang lebih maju dan mudah dijangkau masyarakat.
Lebih dari sekadar peringatan Hari Stroke Sedunia, kegiatan ini membawa pesan bahwa akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas harus terus diperluas, sehingga masyarakat daerah tidak selalu harus bergantung pada fasilitas kesehatan di luar Tolitoli.


