ALASANNEWS, TOLITOLI – Persoalan agraria dan berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Tolitoli. Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Rumah Jabatan Bupati, dengan melibatkan Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, unsur pimpinan daerah, serta sejumlah instansi terkait.
Rapat koordinasi tersebut bukan sekadar agenda rutin pemerintahan. Di tengah berbagai persoalan yang berpotensi memicu ketegangan sosial, sinergitas antarlembaga menjadi kebutuhan penting untuk memastikan setiap persoalan ditangani secara terukur, objektif, dan berlandaskan ketentuan hukum.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah konflik agraria. Persoalan tanah selama ini menjadi isu sensitif karena tidak hanya menyangkut kepemilikan dan penguasaan lahan, tetapi juga berkaitan dengan kepentingan ekonomi, hak masyarakat, investasi, serta kepastian hukum.
Karena itu, penanganan konflik agraria membutuhkan kehati-hatian. Pemerintah tidak cukup hanya hadir ketika persoalan sudah membesar. Diperlukan langkah antisipatif melalui koordinasi lintas sektor, pemetaan persoalan, verifikasi dokumen, serta penyelesaian yang memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi pihak-pihak yang berkepentingan.
Kehadiran unsur Forkopimda dalam pertemuan tersebut memperlihatkan pentingnya membangun kesamaan persepsi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan instansi terkait. Sebab, persoalan yang berkembang di masyarakat tidak selalu dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan administratif.
Bupati Amran Hi. Yahya bersama jajaran pemerintah daerah diharapkan mampu menjadikan forum tersebut sebagai ruang untuk merumuskan langkah konkret, bukan sekadar menyamakan pandangan.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat mendapatkan ruang untuk menyampaikan persoalan dan memperoleh penanganan yang transparan. Setiap konflik harus diselesaikan berdasarkan fakta, aturan hukum, serta mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
Di sisi lain, stabilitas keamanan dan ketertiban daerah merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan pembangunan. Situasi yang kondusif akan memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi, pelayanan publik, investasi, dan kehidupan sosial masyarakat untuk berjalan dengan baik.
Ujian sesungguhnya ada pada tindak lanjut.
Publik tentu berharap hasil koordinasi Forkopimda ini tidak berhenti pada pertemuan formal. Persoalan agraria dan berbagai dinamika daerah membutuhkan langkah nyata, komunikasi terbuka, serta penyelesaian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebab, keberhasilan menjaga kondusivitas daerah bukan hanya diukur dari tidak adanya gejolak, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dan seluruh unsur terkait menyelesaikan akar persoalan secara adil, transparan, dan sesuai hukum.
Tolitoli membutuhkan stabilitas, tetapi stabilitas yang dibangun di atas kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat.***


