ALASANnews. Batam | Dampak buruk akibat unjuk rasa tentunnya ekonomi dan investasi terimbas, aksi massa serikat buruh terus berlangsung menurunkan massa 1800 orang pada Senin 13/12/2021.
Investor akan berfikir 17 kali masuk ke suatu daerah, negara yang sering terjadi unjuk rasa,ujar Aldi pengamat Publik Kepri.
"Negara bernama Indonesia, tiap tahun ada demo, dan ini tidak pernah ada solusi."
Presiden RI selaku pimpinan tertinggi negeri ini, tentu harus atensi kasus ini Para pejabat selalu bicara investasi, tapi disisi lain tidak bisa menjaga keamanan dan kenyamanan berinvestasi.sambung Aldi.
Kasus unjuk rasa yang berkepanjangan di Kepri, tentu ada sebab akibat , saya rasa pemerintah dan aparat penegak hukum sudah tahu.
"Pertanyaan, lalu kenapa dibiarkan,"
Negara punya banyak institusi intelijen, tidak mungkin negara tidak mengetahui dan tidak punya solusi.kata Aldi.
Pasti kita semua ingin aman damai sejahtera, tapi jika pemerintah dan APH ( Aprat Penegak Hukum ) membiarkan kelompok tertentu unjuk rasa berkepeanjangan , tentu ini menjadi pertanyaan besar.
Dampak Mengerikan Jika Unjuk Rasa Terus Berlanjut ke Sektor Ekonomi.pastinya kata Aldi.
Mengutip Merdeka.com - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal menyebut bahwa,
" Rangkaian aksi unjuk rasa yang terjadi akhir-akhir ini membuat investor ogah masuk Indonesia." Termasuk investor yang mau merelokasi industri dari China akibat perang dagang.ungkap Aldi.
Persepsi dari investor yang mau melakukan relokasi sebagai dampak dari perang dagang. Kalau dikatakan ada pengaruhnya mungkin iya. Jadi salah satu pertimbangannya adalah stabilitas keamanan, stabilitas politik," ujar dia saat dihubungi Merdeka.
Para pejabat, APH, sudah paham pastinya , apa dampak daripada unjuk rasa yang berkepanjangan.ungkap Aldi.
Aksi Unjuk Rasa dari 13 Desember sampai 17 Desembar ini sangat berdampak buruk bagi aktivitas ekonomi dan berharap Gubernur Kepri cepat mengambil kebijakan agar hal ini tidak berlarut - larut, tutup Aldi.
Red/Jul



