Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Belum AMDAL : Ciptakan Suasana Tidak Kondusif Serta Hebohkan Masyarakat Desa Pelapis, Harap APH Institusi Tertinggi Audit Dan Baikot PT.DIB !?

| 15:29 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-03T08:29:50Z

Alasannews.com | Ketapang - Dikutip dari sejumlah media dan beberapa informasi yang didapat, beberapa waktu lalu Warga di Pulau Desa Pelapis dihebohkan rasakan getaran hebat akibat bahan peledak dari management perusahaan tambang bauksit PT.DIB (Darma Inti Bersama) di pulau penebang, dan laut pun dibor berdasarkan keterangan warga masyarakat desa sei awan yang bekerja di sana yg pada saat itu brobat di RSUD Dr Agousjam Ketapang.


Aktivitas PT Darma Inti Bersama (DIB) akhir-akhir ini semakin membuat masyarakat Desa Pelapis Kecamatan Kepulauan Karimata kabupaten Kayong Utara provinsi Kalimantan Barat resah, dari awal mula masuknya PT.DIB membangun smelter, masyarakat pulau banyak yang merasakan dampak buruk dan hal-hal aneh yang terjadi di lingkungan pulau Pelapis dan sekitarnya.


Dalam bermasyarakat di pulau kecil di tengah laut selama ini suasana dan nuansa kehidupan kami sangat nyaman tentram dan damai, semua aktivitas dan kearifan lokal kami berjalan baik, dan hasil tangkapan nelayan pun lepas dari kebutuhan sehari-hari, namun setelah masuknya perusahaan ini hasil tangkapan nelayan menjadi berkurang, kenyamanan hidup di tengah pulau tiba tiba berubah seolah olah seperti berada di tengah peperangan dengan bunyi dentuman bom," Terang warga Pelapis inisial (P).


Lanjut, Masyarakat pulau pelapis merasakan getaran bumi yang kuat yang selama ini belum pernah di rasakan seperti guncangan gempa bumi.padahal jarak dari pulau penebang ada empat pulau baru sampai di pulau Pelapis, dan menurutnya getaran yang dirasakan masyarakat desa pelapis hari tempo lalu, sekitar pukul 12.30 wib,di dusun jaya RT 04 RT 05 benar benar terasa dan mengejutkan semua warga desa Pelapis, kuat dugaan bumi bergetar hebat tersebut dari peledakan aktivitas pembangunan smelter PT DIB di Pulau Penebang.


Jika terus terusan seperti ini kami masyarakat desa Pelapis takut terjadi hal hal buruk menimpa seperti tanah longsor dan pulau pun bisa tenggelam, sedangkan jarak pulau penebang yang diledakkan sebagai tempat smelter PT DIB di bangun ke desa Pelapis berjarak kurang lebih lima mil," ungkap P melalui dari salah satu media. 


P berharap agar tim yang mengeluarkan izin penggunaan bahan peledak untuk PT DIB bisa turun ke lapangan dan bermalam di desa Pelapis,"supaya bisa mendengarkan dan merasakan getaran bumi yang terjadi di tempat kami, benar atau tidak nya yang kami rasakan," terangnya kembali.


Masyarakat mengharapkan kepada APH instansi terkait, institusi tertinggi pemerintah Daerah maupun pusat kepada Bpk Prabowo Subianto Presiden (RI) Republik Indonesia untuk segera menindak tegas perusahaan ini yang sudah meluluhlantakkan sebagian pulang yang satu-satunya sebagai tempat benteng di pulau Pelapis, harapan kami untuk segera dilakukan pengauditan serta membeklis perusahaan ini agar tidak beraktivitas di wilayah kami, tegasnya.


Diduga perusahaan ilegal dan belum memiliki AMDAL diharapkan instansi, institusi tertinggi kepemerintahan juga harap memeriksa segala hal perizinan PT DIB tersebut, yang diduga belum memiliki ijin lengkap standar izin pembangunan smelter dan pertambangan, dll.


Diharapkan juga kepada APH Aparat Penegak Hukum dan instansi terkait agar tidak serta merta pembiaran terhadap permasalahan yang serius sebelum terjadinya dan muncul sesuatu yang tidak kita inginkan, maka sebaiknya di lakukan evaluasi terlebih dahulu, sebelum hal ini bisa memberikan dampak buruk dilingkungan wilayah tersebut, pungkasnya.



Oleh : Teguh

Red/gun*

×
Berita Terbaru Update