- Salah satu ruas paket preservasi jalanTrans Sulawesi Tolai-Sausu Parimo sedang proses pekerjaan PT Bina Kaili. (Ist).
Tulisan: Elkana Lengkong
ALASANNEWS, (Parimo) – Komitmen dan profesionalisme kontraktor lokal Sulawesi Tengah dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional terus menunjukkan tren positif.
Salah satunya ditunjukkan oleh PT Bina Kaili yang tergabung dalam Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PT Putra Nagroe Aceh. Di bawah kepemimpinan pengusaha muda Muh. Yasin Malewa, perusahaan ini dinilai mampu mencatatkan kinerja memuaskan dalam pelaksanaan proyek Trans Sulawesi di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Saat ini, KSO tersebut dipercayakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah untuk menggarap proyek preservasi ruas jalan nasional Tolai–Sausu sepanjang 29,11 Km. Proyek yang didanai APBN Tahun Anggaran 2025/2026 ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp 112.698.672.374,59 dengan masa kerja hingga akhir Desember 2026
Progres Fisik Melampaui Ekspektasi
Meski baru memasuki bulan kedua masa kontrak (Februari–Maret 2026), progres di lapangan terbilang sangat responsif. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PJN Wilayah II, LM Hidayat, memberikan apresiasi atas kerja keras kontraktor.
"Sejauh ini kinerja kontraktor penyedia jasa PT Bina Kaili cukup bagus dengan positifnya progres pelaksanaan di lapangan. Hingga saat ini, progres fisik telah mencapai 11,83%," ungkap LM Hidayat kepada Alasannews melalui pesan WhatsApp, Selasa (17/3/26).
Menurut Hidayat, performa PT Bina Kaili sebagai representasi pengusaha lokal tergolong mumpuni. Hal ini terlihat dari kesiapan peralatan berat, kompetensi tenaga teknik, hingga serapan tenaga kerja yang sesuai standar. Ritme kerja perusahaan pun dinilai cepat tanpa mengabaikan aspek kualitas.
Fokus Penanganan Titik Rawan Longsor
Prioritas utama proyek upaya preventif melalui perbaikan lereng (re-sloping). Langkah ini krusial untuk mencegah longsor yang kerap mengancam stabilitas jalan nasional di jalur Trans Sulawesi tersebut. Beberapa titik kritis yang tengah dikerjakan secara intensif meliputi:
Desa Sausu Torono: STA 23+250 – 23+775.
Desa Sausu Auma: STA 24+900 – 25+500 dan STA 26+750 – 26+949.
Desa Sausu Piore: STA 27+550 – 27+858.
"Fokus utama kami adalah perbaikan lereng guna menjaga stabilitas jalan nasional, terutama di titik-titik yang selama ini dikenal rawan longsor," jelas Hidayat.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng Bambang Razak ST, MT mengatakan proses pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan kontraktor penyedia jasa PT Bina Kaili (KSO) PT Putra Nagroe Aceh saat ini progres berjalan sesuai target rencana bahkan lebih.
"Insya Allah setelah lebaran pekerjaan sudah bisa signifikan di lapangan. Ini artinya kontraktor lokal yang profesional laksanakan pekerjaan dengan kualitas sesuai kontrak tak kalah bersaing. Meskipun lewat Kerja Sama Operasi (KSO) PT Putra Nagroe Aceh." kata Bambang Razak ST, MT kepada Alasannews lewat pesan WhatsApp Selasa (17/3/26).
Rekam Jejak 'Penyelamat' Proyek
Kepercayaan BPJN Sulteng terhadap perusahan kontraktor dipimpin Muh. Yasin Malewa didasari oleh rekam jejak yang solid. Sebelumnya, melalui PT Salsabila Praya Indotama, ia sukses menyelesaikan proyek preservasi jalan nasional Tolitoli–Silondou ruas (Bambuan) Kecamatan Lampasio Tolitoli yang sempat terbengkalai akibat kontraktor sebelumnya (PT AKAS) terkena putus kontrak karena wanprestasi.
Keberhasilan menyelamatkan proyek bermasalah tersebut memperkuat posisi Yasin Malewa sebagai mitra kerja yang dapat diandalkan oleh pemerintah pusat di wilayah Sulawesi Tengah.
Dengan capaian progres 11,83% di awal tahun 2026, masyarakat Parigi Moutong diharapkan dapat segera menikmati akses jalan yang lebih aman dan stabil, terutama menjelang arus mudik Lebaran 1447 H. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kontraktor lokal memiliki daya saing tinggi dalam skala nasional.***


