Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cahaya di Desa Loru Sigi: Cara Anwar Hafid Nyalakan Harapan Rakyat Lewat Program BERANI Menyala

| 09:27 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-01T02:27:01Z

 


Oleh: Elkana Lengkong

ALASANNEWS, (Sigi) – Di bawah langit Kabupaten Sigi, sebuah harapan baru baru saja benderang. Bagi sebagian orang, menekan sakelar lampu adalah rutinitas sepele. 


Namun, bagi ratusan keluarga di pelosok pedalaman Sulawesi Tengah, cahaya yang memancar dari bola lampu adalah simbol martabat, keamanan, dan awal dari kehidupan ekonomi yang lebih baik.


Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, kembali menegaskan gaya kepemimpinannya yang taktis dan anti-retorika. Baginya, urusan perut rakyat dan kemiskinan tidak bisa diselesaikan hanya di meja rapat atau melalui deretan angka analisis yang panjang tapi dengan melakukan.


"Saya ini terbiasa, setelah melihat suatu permasalahan dan apa yang jadi kebutuhan rakyat, langsung dengan tindak lanjut" kata Dr H Anwar Hafid M.Si melalui pesan singkat WhatsApp kepada Alasannews, Selasa (31/3/2026). 


Dikatakan rakyat tidak butuh retroika dengan analisa panjang. Tetapi implementasinya dari sebuah kebijakan agar langsung dirasakan asas manfaatnya oleh masyarakat yang sudah sangat membutuhkan.


Menembus Gelap di Desa Loru

Komitmen itu dibuktikan secara nyata.


Bertempat di Desa Loru, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Gubernur Anwar Hafid resmi meluncurkan program BERANI Menyala. Program ini bukan sekadar proyek infrastruktur kelistrikan biasa, melainkan sebuah gerakan moral untuk memastikan keadilan sosial hadir hingga ke teras rumah warga.


Peluncuran di Desa Loru ini menjadi tonggak sejarah. Hingga hari ini, tercatat sudah 905 rumah yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan cahaya, kini telah menikmati aliran listrik berkat program tersebut.


“Ini sudah titik yang ke-905 yang menjadi bagian dari program BERANI Menyala,” ungkap Anwar Hafid dengan nada penuh syukur saat meninjau langsung salah satu rumah penerima manfaat.


Ironi di Pinggiran Kota


Ada momen reflektif saat Gubernur berdialog dengan warga. Ia menyadari sebuah ironi yang memprihatinkan; Desa Loru secara geografis tidaklah jauh dari pusat kota, namun akses listrik yang layak baru bisa dirasakan sekarang.


Hal ini menjadi pengingat bagi jajaran pemerintah provinsi bahwa ketimpangan pembangunan masih menjadi tantangan besar. "Ini dekat dengan kota, baru ada listrik. Coba bayangkan bagaimana kondisi rakyat yang ada di pelosok daerah, yang jauh dari kota," cetusnya.


Sentilan ini menunjukkan empati mendalam Anwar Hafid terhadap warga di wilayah terpencil yang selama puluhan tahun mungkin merasa "terlupakan" oleh kemajuan zaman. Melalui BERANI Menyala, ia ingin memangkas jarak antara pusat kekuasaan dan kebutuhan rakyat kecil.


Lebih dari Sekadar Terang


Program BERANI Menyala dirancang secara holistik. Selain instalasi listrik ke rumah-rumah tangga (pipanisasi dan meteran), program ini juga mencakup pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU). Tujuannya jelas: menciptakan lingkungan yang lebih aman di malam hari dan memicu produktivitas ekonomi warga setelah matahari terbenam.


Anwar Hafid meyakini bahwa listrik adalah katalis utama dalam menekan angka kemiskinan. Dengan adanya listrik, anak-anak bisa belajar lebih lama, usaha kecil rumah tangga bisa beroperasi hingga malam, dan rasa aman masyarakat meningkat.


“Maka dari itu, dengan adanya kunjungan ini, diharapkan bisa mempercepat pembangunan dan bantuan yang menyentuh langsung ke masyarakat,” tandasnya.


Simbol Harapan Baru


Bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, BERANI Menyala adalah perwujudan dari visi pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Cahaya yang kini menyala di rumah-rumah warga Desa Loru dan 904 titik lainnya adalah simbol bahwa pemerintah hadir, mendengar, dan bertindak.


Melalui kepemimpinan Anwar Hafid, "Menyala" bukan sekadar slogan media sosial, melainkan sebuah janji yang ditepati. Ini adalah tentang menghadirkan terang—bukan hanya dalam arti fisik aliran elektron, tetapi terang sebagai simbol harapan, kemajuan, dan masa depan yang lebih bermartabat bagi seluruh rakyat Sulawesi Tengah.***

×
Berita Terbaru Update