ALASANNEWS, (Palu) – Proyek strategis Preservasi Jalan Nasional lintas Tolitoli-Silondou kini tengah dikebut pengerjaannya setelah sempat mengalami kendala serius. Sebelumnya, proyek ini ditangani oleh PT Akas, namun pihak kontraktor gagal menyelesaikan pekerjaan meskipun telah diberikan perpanjangan waktu.
Akibat ketidaksanggupan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng mengambil langkah tegas dengan memutus kontrak PT Akas pada paket senilai Rp243 Miliar tersebut.
Kini, kelanjutan pengerjaan ruas jalan Bambuan-Lampasio resmi ditangani oleh kontraktor baru, PT Salsabila Praya Indotama, melalui proses tender ulang.. Namun, di tengah proses transisi ini, para pengguna jalan yang melintas di poros Tolitoli-Palu masih mengeluhkan kondisi jalan sepanjang kurang lebih 1,5 km.
Pantauan di lapangan menunjukkan badan jalan yang masih berlumpur, yang kerap mengancam keselamatan pengendara roda dua, mobil pribadi, hingga truk angkutan barang.
Menanggapi keluhan tersebut, PPK 1.3 PJN Tolitoli, Ari Subadra, ST., MT., memberikan penjelasan bahwa sisa ruas jalan yang rusak tersebut memang masuk dalam skema penanganan tahun anggaran 2026.
"Tinggal 1,5 km yang masuk penanganan tahun ini dan saat ini sedang dikerjakan," ungkap Ari Subadra kepada Alasannews melalui pesan WhatsApp, Jumat (8/5/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Bambang Razak, ST., MT., membenarkan bahwa pihaknya tengah memprioritaskan pembenahan di titik krusial tersebut. Ia memastikan tim di lapangan sedang bekerja keras agar akses utama ini segera nyaman dilalui.
"Saat ini masih dalam proses penyiapan badan jalan, dan secepatnya akan diaspal," tegas Bambang Razak melalui pesan singkat kepada Alasannews Jumat (8/5/2026)
Poros Trans Sulawesi Tolitoli-Palu sendiri merupakan nadi perekonomian vital bagi masyarakat. Tak hanya menghubungkan Tolitoli ke Palu Ibu Kota Provinsi, jalur ini juga menyambungkan mobilitas logistik hingga ke wilayah Buol dan wilayah Utara Sulawesi Tengah lainnya.
Kelancaran proyek preservasi ini menjadi harapan besar bagi warga agar roda ekonomi tidak lagi terhambat oleh infrastruktur jalan yang rusak.


